Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Tidak Tepat Sasaran, Fraksi PDIP Minta Dana UMKM Dievaluasi

 
26 Oktober 2015

Tidak Tepat Sasaran, Fraksi PDIP Minta Dana UMKM Dievaluasi

Fraksi  PDI P DPRD  Jatim  menegaskan akan mengevaluasi bahkan akan menolak pengajuan anggaran  400 Miliar oleh Gubernur Jatim  untuk  dana  bergulir Petani dan UMKM, jika dalam pendalaman oleh Komisi B anggaran tersebut  tidak tepat sasaran. 

Saat ini Komisi Bidang  perekonomian ini terus melakukan penelusuran terkait dana 200 Miliar pada APBD 2015  yang sudah disetujui  untuk membantu Petani namun pelaporannya  dinilai tidak jelas.  Ini dikatakan Anggota Banggar dari Fraksi PDI P SW. Nugroho menanggapi dana  400 Miliar untuk kredit  UMKM  di R APBD 2016 Senin (26/10) di Gedung DPRD Jatim.

“Dana yang 200 Miliar saja tidak jelas pelaporannya, antara BPR Jatim dan  Bank Jatim pelaporannya tidak singkron.  Bagaimana kita bisa  menilai program ini baik.  Padahal sekarang  Gubernur  Jatim kembali mengajukan dana 400 Miliar untuk dana bergulir pada UMKM. Kalo tidak jelas dan ditengarai tidak tepat sasaran ya kita kepras atau kita akan tolak,” tegas SW. Nugroho.

Politisi PDI P yang juga Wakil Ketua Komisi B ini menilai  dana 200 Miliar yang sudah dikucurkan di tahun 2015 ini, dinilai belum menyentuh  harapan.  Titik sasarannya juga dinilai tidak sesuai dengan yang diinginkan.

“Ini dana besar lho. 400 Miliar Rupiah, kalo kita tidak hati hati dan asal setuju saja bisa bahaya. Uang rakyat  yang harusnya untuk membantu petani  dan UMKM tidak mampu dirasakan rakyat kan merugikan namanya. Makanya sebelum yang 400 Miliar ini disetujui, kita lihat dulu penggunaan yang 200 Miliar yang sudah cair di tahun 2015 ini. Kalau yang  200 Miliar saja gak bener, kami akan rekomendasikan untuk dicoret,” tegas Nugroho.

Nugroho  menjelaskan  Komisinya menegari laporan yang disampaikan oleh Bank UMKM  adalah laporan dana lama sebelum mengucurnya dana  200 Miliar.  Sebab Sebelum dikucurkan dana 200 Miliar Bank milik Pemprov ini sudah punya  modal untuk digulirkan. Di tahun 2013 untuk dana bergulir untuk pertanian sebesar  93 Miliar, di tahun 2014 naik menjadi  111 Miliar. Dan tahun  2015 naik menjadi 146 Miliar

“Logikanya kan 2015 harus sudah bertambah 200 Miliar, tapi kenyataannya  hanya sedikit. Laporannya hanya 146 Miliar, lha kan artinya baru sedikit yang dikucurkan.  Harusnya pelaporannya jangan dicampur aduk dengan dana yang lama sebelum  kucuran 200 Miliar. Kami curiga itu laporan dana lama yang dipaksanakan dan dicampur aduk dengan dana yang 200 Miliar, Ini yang membuat tanda tanya besar bagi Komisi B,” kata SW. Nugroho.

Komisi B sendiri kata Nugroho  juga akan melihat dulu bagaimana Titik bidiknya, apa sudah tepat sebarannya sangat luas atau tidak.  Dengan kondisi ekonomi melambat, apakah  berdampak pada munculnya kredit macet  atau tidak.   “Secara ide kami  mengapresiasi,   tapi kalau aplikasinya  tidak bagus, ya buat apa. kan tidak cukup hanya niat baik saja kan ?” kata SW. Nugroho. (Panca)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved