Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Anggaran Pendidikan Diperkirakan Turun

 
26 Oktober 2015

Anggaran Pendidikan Diperkirakan Turun

Anggaran pendidikan pada 2016 diperkirakan turun. Dalam rancangan APBD 2016, Pemprov. Jatim hanya mengalokasikan Rp 290 miliar. Padahal, tahun ini anggaran tersebut mencapai Rp 431 miliar.

Penurunan itu diprotes kalangan DPRD Jatim. Wakil Ketua Dewan Tjutjuk Sunario menilai anggaran Rp 290 miliar itu terlalu kecil. Sesuai dengan ketentuan, alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBD.

Pendidikan, ungkapnya, selalu berkembang dari waktu ke waktu. Agar tidak tertinggal, dibutuhkan biaya untuk mengikuti perkembangan tersebut. Begitu pula kebijakan di lingkungan pendidikan yang hampir setiap tahun berubah.

Tjutjuk mencontohkan penambahan kewenangan untuk SMA, Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dilaksanakan tahun depan. Dana yang dibutuhkan pastilah sangat besar. Setidaknya, Sosialisasi program kerja harus sering dilakukan. Karena itu, Pemerintah Provinsi perlu mengkaji ulang alokasi anggaran tersebut.

Idealnya, ada penambahan anggaran khusus pendidikan. Dengan begitu, upaya pengembangan prestasi di Jawa Timur bisa berlangsung dengan baik.

Sebelumnya, politikus Partai Nasdem H. Muzammil Syafii juga mempersoalkan kecilnya anggaran pendidikan. Pemerintah menginginkan prestasi di bidang pendidikan. Karena itu, pos anggaran harus diprioritaskan. "Bukan lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya," ucapnya.

Dia menilai, ada keganjilan dalam penyusunan RAPBD 2016. Misalnva, optimisme penggelontoran anggaran UMKM Rp 400 miliar. Padahal, belum ada cantolan hukum untuk program itu. Lalu, alokasi anggaran kesehatan yang mencapai Rp 3 triliun. "Butuh penjelasan yang detail dari penyusun anggaran," ujarnya.

Muzammil meminta Pemerintah Provinsi berhati-hati. Dia mengingatkan agar penyusunan anggaran tersebut tidak sampai membuka celah yang berpotensi menjadi masalah di kemudian hari.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved