Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pansus Investigasi Potensi Tambang Jawa Timur

 
03 November 2015

Pansus Investigasi Potensi Tambang Jawa Timur

Panitia Khusus (Pansus) Pertambangan di Jatim resmi dibentuk oleh DPRD Jatim. Pansus yang digagas oleh Komisi A DPRD Jatim ini menindaklanjuti kasus tragedi tambang pasir di Selok Awar-Awar Lumajang yang menewaskan aktivis petani dan lingkungan hidup Salim Kancil terus dikebut, untuk mengawasi potensi pertambangan di Jawa Timur.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Sekretaris DPRD Jatim membacakan Surat Keputusan Pimpinan DPRD terkait keanggotaan Pansus Pertambangan di Jatim. "Karena ini Pansus besar maka disepakati oleh seluruh pimpinan Fraksi, anggota Pansus berjumlah 31 orang," ujar Ahmad Jailani selaku Sekretaris DPRD Jatim.

Diperoleh informasi, potensi hasil tambang di Jawa Timur baik yang legal maupun ilegal, bisa menjapai seratus miliar sebulannya. Namun, menjadi persoalan proses pengendalaian tambang tidak banyak dilakukan Pemerintah. Akibatnya, ancaman bencana dari sisa hasil tambang saat ini, mneghantui masyarakat sekitar lokasi tambang.

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Muzammil Syafii mengatakan, potensi yang luar biasa dari pertambangan harusnya bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat. Kondisi saat ini, penggelolaan tambang, banyak dikuasai kelompok-kelompok tertentu. “Akibatnya, penggelolaan tambang tidak banyak dikuasai untuk kepentingan rakyat. Karenannya, masyarakat harus ikut diajak mengawasi,” ujar mantan Wakil Bupati Pasuruan ini serius.

Sementara itu, anggota Pansus Pertambangan di Jatim terdiri dari lima anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), yaitu Thoriqul Haq, Anik Maslachah, Miftahul Ulum, Aliyadi,  Anisa Syakur dan Aisyah Lilia Agustini. Anggota Pansus Tambang dari Fraksi PDIP antara lain Sri Untari,  Edi Paripurna, Sugeng Pujianto, Gianto, Bambang DH dan SW Nugroho.

Sedangkan dari Fraksi Partai Gerindra meliputi Abdul Halim, Hadinuddin, Firdaus Fibrianto, dan Ahmad Fawaid. Lalu dari FPD terdiri dari Syamwil, Renville Antonio, Agus Dono Wibawanto dan Hisan. Dari FPG terdiri dari Sahat Tua Simanjuntak,  Hasan Irsyad serta Karimullah.

Sementara dari Fraksi PAN terdiri dari Zainul Luthfi dan Basuki Babussalam. Dari FPKS meliputi Artono dan Jakfar Trikuswahyono. Lalu Fraksi PPP terdiri dari Mahdi dan H Rofik,  serta dari Fraksi Nasdem Hanura terdiri dari Hj Dewi Masita dan Moch Eksan.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Soenarjo menegaskan bahwa tujuan dari pembentukan Pansus Pertambangan di Jatim adalah melakukan investigasi dan pendataan seluruh pertambangan yang ada di Jatim. Selain itu juga untuk antisipasi kasus  tragedi tambang pasir Lumajang supaya tak terulang lagi di kemudian hari.

"Untuk itu Pansus ini juga diminta melakukan konsultasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar hasilnya bermanfaat bagi masyarakat Jatim ke depan, " beber politisi asal Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim.

Masih di tempat yang sama, Abdul Halim selaku ketua Fraksi Partai Gerindra menyatakan bahwa sesuai urutan fraksi, maka Pansus Pertambangan di Jatim  akan diketuai dari Fraksi Partai Gerindra. "Soal siapa nanti yang akan ditunjuk sebagai ketua Pansus, kami harus koordinasi dulu dengan DPD Partai Gerindra Jatim, " dalih politisi
asal Madura.

Namun dalam rapat pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD,  kata Freddy Poernomo dari Fraksi PG sebenarnya sudah disepakati bahwa ketua Pansus Pertambangan di Jatim adalah Abdul Halim dari Gerindra,  dibantu Agus Dono Wibawanto dari Demokrat dan Sahat Tua Simanjuntak dari Golkar. "Ketua Pansus adalah Abdul Halim dari Fraksi Partai Gerindra, "pungkas pria yang juga ketua Komisi A DPRD Jatim ini. 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved