Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pansus Pertambangan Panggil Dinas ESDM

 
18 November 2015

Pansus Pertambangan Panggil Dinas ESDM

Rencana itu disampaikan anggota Pansus Pertambangan Abdul Halim setelah dengar pendapat bersama pemerhati lingkungan (Walhi dan Lascar Hijau), Tim Advokasi kasus Selok Awar-Awar, serta Perwakilan Warga Lumajang di ruang Badan Musyawarah (Banmus), kemarin.

Walhi misalnya, menyebut ada kandungan berharga pada pasir Lumajang, sehingga banyak pihak berminat mengekploitasi. Selain pasir besi, pasir Luamajang juga mengandung uranium berharga tinggi. Sebaliknya bukan sekedar tingkat pengetoranya yang rendah seperti disampaikan ESDM beberapa waktu lalu.” Nah, perbedaan ini yang ingin kami kroscek. ESDM menyampaikan pasir di pesisir Lumajang laku keras karena tingkat pengotoranya sangat kecil, hanya 2%. Karena itu, sangat cocok untuk pembangunan di jalan told an sebagainya,”katanya.

Menurut Abdul Halim, paparan Walhi tidak demikian. Menurut mereka kadar garam pasir  pantai sangat cocok untuk industri cord an beton, karena bisa berdampak korosi terhadap beton.” Ini kan bertolak belakang. Karena itu kami akan memanggil kembali ESDM untuk melakukan pendalaman,”katanya.

Jadi aneh, lanjut Halim, kalau kemudian perusahaan tambang seolah – olah panik karena penambangan illegal ditutup.” Berarti ini penanda dulu-dulu itu pasir yang dikirim illegal karena sebenarnya pasir yang lebih cocok untuk pembangunan itu dari galian C,” katanya.

Benar dugaan Walhi jika pasir dengan dengan kadar garam tinggi malah diminati berarti ada kandungan lain selama ini disembunyikan.” Beberapa kandungan itu. Kalau benar ada kandungan emas, ini kan nilai ekonomisnya sangat tinggi,” kata politikus Gerindra itu.

Hal senada disampaikan ketua Pansus tambang, Achmad Hadinuddin. Menurutnya tidak hanya ESDM jatim yang akan dipanggil ulang, tetapi juga Bupati dan pihak DPRD Lumajang.” Begitu juga Daerah lain yang rentan terjadi konflik pertambangan akan kami panggil. Bisa jadi Banyuwangi, Pasuruan, Mojokerto, Gresik, yang banyak sekali galian C,”tuturnya.

Sebelumnya dalam dengar pendapat, Dewan Daerah Walhi Jatim, Bambang Catur Nusantara mempertanyakan soal pasir besi. Jika pasir di pesisir tak cocok untuk pembangunan, kenapa ada pihak tertentu yang menjadi penada untuk kepentingan di luar pembangunan?” jadi kemana larinya pasir besi itu? Siapa penadanya,”katanya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved