Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pansus Tambang Turun ke Lumajang

 
24 November 2015

Pansus Tambang Turun ke Lumajang

Pansus Pertambangan DPRD Jatim batal menghadirkan Bupati Lumajang, As’at Malik untuk hearing yang diagendakan Senin (23/11) kemarin. Sedianya, kehadiran As’at dibutuhkan untuk melengkapi pendalaman data dari dua hearing sebelumnya dengan perwakilan warga tambang dan aktivis lingkungan.

Sebagai gantinya, Selasa (24/11) hari ini, Pansus yang akan bertolak ke Lumajang sekaligus untuk kali pertama turun ke lapangan melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang di Desa Selok Awar - Awar, Kecamatan Pasirian.

Dikonfirmasi terkait pembatalan pemanggilan As’at, Ketua Pansus Pertambangan Ahmad Hadinuddin menepis adanya intervensi atau bagian dari kompromi dengan Bupati pengganti Almarhum Sjahiazad Masdar tersebut.

“Hanya teknisnya saja yang diubah atas arahan Pimpinan Dewan. Biar komunikasinya lebih sejuk. Kalau substansinya tak berubah, illegal mining jangan sampai bergeser ke kriminalisasi,” katanya.

Selainitu, Hadinuddin tak ingin pemanggilan ini dimanfaatkan pihak tertentu. Terlebih soal pertambangan sangat sensitive, jadi kearifan dan bijak dalam menyelesaikannya. "Harus selektif, kajian mendalam dan win – win solution, "ujarnya

Dalam kujungannya di Lumajang pagi ini, tim Pansus akan diterima As’at di Pendopo Kabupaten sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah itu, tim langsung menuju lokasi tambang. "Pansus tak main -main, akan bekerja secara tuntas untuk menyelesaikan masalah pertambangan di Ja­tim,” kata anggota Komisi D DPRD Jatimitu.

Sebelumnya, saat hearing dengan Perwakilan Masyarakat Tambang Lumajang dan Jember serta aktivis lingkungan (Walhidan Laskar Hijau), Hadinuddin mengeluarkan peryataan tegas, Pansus berjalan sesuai hukum yang berlaku. Tak ada permainan baik di atas maupun di bawah meja. Apa makna kalimat terse­but? “Itu seruan moral buat semuanya,” tandasnya.

Anggota Pansus Pertamban­gan, Abdul Halim juga membantah kalau perubahan jadwal hearing dengan As’at bagian dari bentuk kompromi. “Perspektifnya harus disampaikan ketika ada kinerja bebarengan (menggali data dari Bupati sekaligus turun kelokasi tambang) justru lebih mengefektifkan kinerja Pansus,” katanya.

Tak khawatir Pansus disebut ‘masuk angin’ karena membatalkan pemanggilan As’at? “Terlalu premature kalau ada anggapan seperti itu. Jalannya Pansus ini kan masih belum bertemu dengan semua pihak yang berkepentingan dengan tambang,” katanya.

“Kita masih menggali data sebanyak – banyaknya baru kemudian masuk wilayah yang ada

Kasus pertambangan. Pansus ini kebetulan dipimpin dari anggota Fraksi Gerindra dan saya selaku ketua Fraksi berada di dalamnya.  Maka saya mengawal dan memonitor kinerja Pansus ini.”

Terkait materi pendal di Lumajang, kata Halim Pansus akan melanjuti informasi warga tambang dan Walhi antaranya sebelum Sjahrazad terpilih sebagai Bupati jumlah penambang legal di Lumajang hanya empat. Namun Sjahrazad terpilih menjadi ratusan.

“Selain itu rilis dari Dishub Jatim mengenai keluar masuk kendaraan pengangkut pasir setiap harinya mencapai lima ribu, menunjukkan bahwa aktivitas penambangan memang luar biasa padat. Ini yang ingin kita klarifikasi pada Bupati Lumajang,” kata Halim.

Selain itu, sambungnya Pansus ingin mengetahui perizinan yang dikeluarkan Pemkab lumajang. “Juga akan kita konfrontasi terkait sebelum terjadinya kasus Selok Awar – Awar sampai sekarang, seperti apa tindakan Pemkab. Apalagi Salim dkk sebelumnya sudah melakukan laporan baik ke Pemkab maupun pihak kepolisian, tapi terjadi pembunuhan juga,” paparnya.

Apakah pansus mencium adanya permainan izin saat Sjahrazad menjabat?” kita tak mau berspekulasi. Tapi, paling tidak, ada aturan, sehingga  melegalisasi penambang. Kenyataanya pihak kepolisian pasca kejadian Selok Awar- Awar menutup semua tambang. Ini sebetulnya dugaan awal kita ada permainan tertentu oleh Pemkab sehingga bisa memberikan izin pertambangan dengan mudah.”.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved