Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Fraksi PAN dan Fraksi PKB Desak Baperda, Undur Dua Raperda

 
12 Desember 2015

Fraksi PAN dan Fraksi PKB Desak Baperda, Undur Dua Raperda

 

Fraksi PAN dan Fraksi PKB mendesak Badan Pembentukan Peraturan Daerah  (Baperda) DPRD Jatim mengundur dua Raperda, yaitu tentang Sistem Kesehatan dan Perda Upaya Kesehatan. Karena pembahasan Raperda harus melalui pengkajian, draf Raperda yang memerlukan waktu lebih dari sebulan. Jika Raperda dipaksakan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dikhawatirkan produk kedua Perda tersebut mandul.

 

Anggota Fraksi PAN DPRD Jatim, Suli Da’im mengatakan pengkajian draf Raperda cukup lama dilakukan. Sebab, pengkajian akan berpengaruh terhadap kualitas Perda itu sendiri. Untuk itu, Suli Da’im meminta Baperda DPRD Jatim tidak perlu terburu-buru. “Perda tentang kesehatan memang hal yang sangat substansial, dan penting.  Namun meskipun begitu, bukan berarti Perda ini disahkan sesegera mungkin,” ujar Suli Da’im.

 

Fraksi PKB Kofidah mengatakan substansi Perda Sistem Kesehatan dan Perda tentang Sistem Kesehatan Provinsi dan Upaya Kesehatan Provinsi masih dinilai lemah, maka di butuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk memperbaiki berbagai kekurangan tersebut.

 

“Fraksi PKB berharap agar pembahasan dan Pengesahan tentang Raperda ini tidak dilakukan dengan terburu-buru,” ujar Kofidah

 

Didesak untuk menunda dua Perda tersebut, dibantak Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Jatim Achmad Heri. Politisi Partai Nasdem ini, menegaskan perumusan dan Perda tentang kesehatan ini dilakukan tidak terburu-buru. Apalagi, pengkajian dua Perda ini sudah dilaksanakan sejak masa sidang kedua atau sekitar bulan Maret 2015.

 

“Selain itu, teman-teman juga mempelajarai tentang System Kesehatan saat mereka melakukan reses kemarin, jadi ini sudah cukup lama sebenarnya,” ujar Heri.

 

Ia menjelaskan mengapa dua Perda tentang  Kesehatan ini perlu segera di sahkan mengingat MEA yang akan segera terlaksana. Menurutnya dengan Perda ini maka pekerja medic asal Jatim akan terlindungi, bukan itu saja tetapi sitem kesehjatan medic Jatim juga akan lebih baik Dari Negara Asean lainnya. “Prestasi kesehatan kita yang sudah berstandart internasional ini sayang untuk tidak kita lindungi,” tambahhnya. (Hidayat)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved