Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Sesalkan Banyak Pintu Air yang Rusak

 
04 April 2013

Suara Indrapura : Kurangnya perhatian pemerintah terhadap keberadaan pintu air dan DAM yang ada di wilayah daerah pemilihan (dapil) 8 meliputi Kabupaten/kota Kediri, Kab/kota Mojokerto, Jombang dan Nganjuk, membuat wilayah ini sering diterjang banjir bandang saat hujan lebat. Akibatnya, masyarakat di wilayah tersebut sering merasakan ketidaknyamanan hidup dan rasa was-was saat hujan datang. Apalagi jika intensitas hujan yang turun cukup lebat.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Tarida Hutabarat mengakui saat turun reses di wilayah dapil VIII sering disambati warga disana terkait keberadaan pintu air yang rusak serta kondisi dam air yang sudah mulai terkena sidementasi. “Warga banyak mengeluhkan keberadaan pintu air yang selama ini tidak mendapatkan perhatian dari Pemkab. Padahal keberadaannya sangat vital untuk mengatur air seiring turunnya hujan yang intensitasnya besar. Dengan tidak berfungsinya pintu air secara optimal, maka dapat ditebak banjir akan menggenani rumah penduduk. Jika pintu air berfungsi, maka masyarakat dapat mengalihkan air tersebut ke sungai atau laut,” tegas politisi perempuan asal FPDIP Jatim ini dengan nada penuh tanya.

Selain dapat mengatur air saat hujan tiba, fungsi pintu air juga dapat mengairi sawah secara terkontrol saat musim kemarau. Namun sayangnya, pemerintah di dapil 8 sepertinya kurang memberikan perhatian terhadap kebutuhan warga disana. Karenanya, Tarida akan segera membantu perbaikan pintu air tersebut. Dengan bantuan tersebut, diharapkannya banjir bandang yang melanda pemukiman sudah dapat teratasi atau paling tidak volumenye bisa turun.

Sementara terkait dengan keberadaan dam air, yang dulu waktu zaman Belanda digunakan untuk mengatasi banjir, justru di zaman sekarang keberadaan DAM tidak terlalu diperhatikan. Akibatnya, sedimennya sangat tinggi. Tentunya, kalau hujan lebat datang, DAM tidak mampu menampung air yang turun, sehingga hasilnya air yang ada meluber kemana-mana dan sampai pada pemukiman penduduk.

“Oleh karenanya saya minta kepada pemerintah setempat untuk memperhatikan keberadaan DAM. Mengingat keberadaannya sangat penting untuk mengurangi banjir yang ada. Salah satunya dengan mengeruk pasir yang mengendap bertahun-tahun di waduk tersebut,” papar Tarida yang juga dosen Universitas Unitomo Surabaya yang mengibaratkan DAM itu seperti waduk dimana keberadaannya cukup penting baik di saat musim hujan dan kemarau. (Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved