Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dua Perda Disahkan, Injure Time 2015

 
04 Januari 2016

Dua Perda Disahkan, Injure Time 2015 

Detik-detik akhir tahun 2015 (injure time), DPRD Jawa Timur mengesahkan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Kesehatan Provinsi dan Raperda tentang Upaya Kesehatan Provinsi Jatim menjadi Peraturan Daerah (Perda). Dua Perda tersebut, diharapkan mampu mengawal kepentingan pelayanan kesehatan di masyarakat Jawa Timur di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Anggota Fraksi PDI P Jatim, Gunawan HS memberikan catatan terhadap dua Peraturan Daerah (Perda) yang baru digedok tersebut. Dengan adanya dua Perda tersebut, dirinya berharap Pemprov Jatim semakin memihak aspek layanan promotif dan preventif dalam kesehatan. “Tidak hanya pengendalian saja, pendekatan yang dilakukan harus bersifat parsial dan menyelesaikan masalah kesehatan secara menyeluruh,” terang Gunawan.

Gunawan juga menegaskan, dengan dua Perda kesehatan tersebut, partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan dapat makin optimal. ”Khususnya dalam upaya kesehatan promotif dan pencegahan, dengan demikian diharapkan dapat menekan berbagai sumber penyakit,” tegasnya.

Dia juga berharap, dengan Perda Sistem Kesehatan Provinsi dan Perda Upaya Kesehatan Provinsi, diharapkan mampu mengawal kondisi kesehatan masyarakat di Jatim membaik, khususnya dapat menekan angka kematian bayi dan angka kematian ibu dapat ditekan serendah mungkin. "Kita berharap mewujudkan masyarakat yang sehat, dimana didalamnya tidak ada lagi wabah penyakit maupun kurang gizi yang merajalela," imbuhnya.

Senada juga disampaikan anggota Fraksi PKB Jatim, Chusainuddin. Ia mengatakan dua Perda memerlukan beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Diantaranya, Perda Sistem Kesehatan Provinsi harus mampu menjadi instrument penguatan koordinasi supervisi dan pengendalian pelaksanaan sistem kesehatan di Kabupaten/Kota. “Sehingga Perda ini dapat menjadi acuan dan dipedomani oleh Kab/Kota dalam menyusun kebijakan sistem kesehatan di wilayahnya,” terang Chusainuddin.

Dimana, tujuan Perda Sistem Kesehatan Provinsi, diharapkan pelayanan dasar kesehatan tidak hanya terkonsentrasi di Provinsi saja. “Akan tetapi juga di bisa terdesentralisasi di level Kab/Kota, dan juga mengurangi rujukan yang selalu menumpuk di Dr. Soetomo," ujarnya.

Chusainuddin juga menyampaikan, dua Perda ini harus mampu mengatasi pemerataan penyebaran posyandu maupun puskesmas diseluruh pelosok seluruh wilayah Jatim, serta juga penyebaran tenaga medis seluruh Jatim, dan juga melindungi tenaga kesehatan lokal dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Setelah ditetapkan menjadi Perda pihaknya mendesak kepada Gubernur Jatim segera menetapkan aturan teknis pelaksanaannya yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub),”  ujarnya.

Terpisah, Gubernur Jatim, Soekarwo mengaku siap menjalankan dua Perda sebagai bentuk apresiasi DPRD terhadap persoalan kesehatan masyarakat Jawa Timur. “Dua Perda tersebut nanti mengatur sistem kesehatan di Jatim, diharapkan Perda  ini dapat dilaksanakan sesuai harapan  dan tidak hanya menjadi aturan diatas kertas semata, tapi Perda tersebut dapat memberikan kontribusi yang nyata kepada pembangunan daerah,"ujarnya. (Hidayat)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved