Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pencurian Pasir Pesisir Selatan Tetap Marak

 
27 Februari 2016

Pencurian Pasir Pesisir Selatan Tetap Marak

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pertambangan DPRD Jatim, Thoriqul Haq, meminta pengambil kebijakan di Lumajang agar tegas terkait penambangan pasir di pesisir selatan. Pasalnya hingga saat ini, masih terjadi pencurian terhadap potensi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Lumajang.

Thoriq menuturkan, dirinya mendengar sekian banyak pengusaha pasir yang sekarang diam-diam melakukan kerjasama dengan oknum pengambil kebijakan di Lumajang untuk meraih keuntungan sendiri. 

"Kita ini sedang menata semua aturan yang memberikan batasan-batasan terhadap semua pihak berkenaan dengan pengelolaan pasir, tetapi nyata-nyata masih ada pelanggaran hukum," ujar Thoriq.

Anggota DPRD Jatim asal Lumajang ini, menyampaikan seharunya keberadaan pasir menjadi berkah. “Bukan malah menjadi musibah. Saya resah dengan kondisi ini,” terang dia.

Didesak dengan langkah Pansus Pertambangan, menurut Thoriq sudah seharunya pemerintah setempat menutup aktivitas pertambangan di wilayah selatan.  “Jangan sampai  semakin memperburuk keadaan sekaligus mencari masalah baru,” kata dia.

Selain itu, Pansus terus berupaya membuat rekomendasi dan menetapkan regulasi tentang Penataan Pertambangan di seluruh wilayah Jawa Timur. “Sekali lagi, ini konteksnya soal penegakan hukum karena aturannya sudah ada," jelasnya.

Meski banyak pihak melakukan evaluasi terhadap perizinan untuk pengelolaan sekaligus penambangan pasir, tapi faktanya mereka tetap melakukan penambangan.

"Nggak boleh, sudah ada aturannya, ada kejelasan regulasinya. Tapi fakta di lapangan terjadi hal-hal yang masih melanggar hukum," tuntas ketua Komisi C DPRD Jatim itu.

Terpisah,  korban kekerasan dari aksi pertambangan di Lumajang, Tosan mengungkapkan masih ada pencurian pasir yang dilakukan pada malam hari untuk dipindahkan ke aliran sungai. Lewat kesaksiannya dalam persidangan pembunuhan Salim Kancil di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

"Saya juga mendapatkan informasi serupa. Itu soal pelanggaran hukum yang nyata-nyata dan tak sepatutunya terjadi di Lumajang," katanya di sela persidangan. (Hidayat)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved