Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Delegasi MKK Temui Ketua DPRD Jatim

 
12 April 2016

Delegasi MKK Temui Ketua DPRD Jatim

Mengembangkan tradisi membaca Kitab Kuning yang diselenggarakan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat antusias masyarakat Pondok Pesantren di Jawa Timur.  Apalagi, penghargaan untuk para juara Nasional Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) , Parpol bergambar Bumi dengan Sembilan Bintang ini, memberikan hadiah Umrah sekaligus berziarah ke Makam Imam Al Ghozali .

Delegasi Jatim berasal dari Santri Pesantren Al Qodiri Pondok Wage Sidoarjo, Al Hamidi Banyutengah Sumenep, Sidogiri Pasuruan, Lirboyo Kediri, Bata-Bata Sampang, Darun Najah Malang, Darussalam Banyuwangi, An Nuqoyah Sumenep, Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik, Al Falah Siman Lamongan, dan Sumbersari Kencong Probolinggo.

Ketua DPRD Jatim H. Abdul Halim Iskandar mengatakan, Ngaji Kitab Kuning (Salaf) menjadi tradisi keilmuan yang dikembangkan dunia Pondok Pesantren. Kebetulan Pondok Pesantren yang terbesar dan ternama banyak berdiri di Jatim. Namun seiring perkembangan waktu naskah klasik itu justru mengalami degradasi karena sebagian pesantren mulai menambahkan kurikulum Nasional untuk penyetaraan sehingga kitab kuning mulai ditinggalkan.

Lanjut Abdul Halim Iskandar, MKK menjadi gengsi tersendiri di kalangan peserta. Untuk itu, delegasi Jawa Timur  optimis bisa menjuarai membaca kitab kuning ditingkat Nasional yang diselenggarakan oleh DPP PKB pada 12-13 April mendatang di Jakarta.

Menurut H. Abdul Halim Iskandar yang juga Ketua DPW PKB Jatim, dari 20 orang delegasi Jatim itu merupakan para juara 1 dan juara 2 kategori putera dan puteri MKK Kitab Ihya Ulumuddin karangan Imam Al Ghozali yang diselenggarakan di lima tempat dengan jumlah peserta sebanyak 325 orang putera dan puteri.  

"Lima Pesantren yang menjadi tuan rumah Musabaqoh Kitab Kuning terdiri dari Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, Al Karimiyah Sumenep, Sidogiri Pasuruan, Lirboyo Kediri, dan Darussalam Banyuwangi," jelas Abdul Halim saat menerima delegasi Musabaqoh Kitab Kuning.

Musabaqoh Kitab Kuning lanjut Halim, merupakan upaya untuk menghidupkan kembali keilmuan di kalangan Pesantren. “Apalagi Kitab Ihya Ulumuddin itu termasuk Kitab yang sakral bagi kalangan Santri," ujar dia.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved