Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pansus LKPj Anggap Pertumbuhan Ekonomi Tidak Berbanding Lurus dengan Kemiskinan dan Pengangguran

 
13 April 2016

Pansus LKPj Anggap Pertumbuhan Ekonomi Tidak Berbanding Lurus dengan Kemiskinan dan Pengangguran

Dari hasil pembahasan Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur 2015. diketahui peningkatan pertumbuhan ekonomi Jatim tidak berbanding lurus dengan jumlah penduduk miskin yang mengalami peningkatan mencapai 4 juta 775 ribu jiwa, begitu juga dengan pengangguran terbuka serta disparitas di Jatim yang ternyata juga semakin tinggi. Hal ini diperparah lagi dengan kebijakan pembangunan di 38 Kab/Kota di Jatim tidak sejalan dengan program Pemerintah Provinsi.

Wakil Ketua LKPj Gubernur 2015, Agus Maimun menegaskan hasil pembahasan sementara LKPj Gubernur Jatim 2015 diketahui banyak program yang diperuntukkan untuk mengurangi kemiskinan di daerah tidak jalan dengan maksimal. Tidak hanya itu APBD untuk rakyat yang selama ini disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo, fakta di lapangan masih banyak masyarakat di Jatim yang tidak tersentuh bantuan program dari Pemerintah. Ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah masyarakat miskin sekaligus tingginya disparitas wilayah.

“Yang pasti di LKPj Gubernur 2015 angka pertumbuhan ekonomi di Jatim mencapai 5,44 persen mampu berada di atas Nasional yang hanya 4,79 persen. Sayangnya angka pertumbuhan ekonomi itu tidak sejalan dengan jumlah kemiskinan di Jatim yang mengalami peningkatan di tahun 2015 mencapai 4.775.000 juta jiwa,  sedangkan tahun 2014 ada pada angka 4.748.000 jiwa.

Tidak hanya itu indeks gini yang menyangkut ketimpangan sosial di Jatim ternyata juga semakin meningkat tahun 2013 indeks gini Jatim 0,36 persen/ tahun 2014 naik menjadi 0,37 persen dan tahun 2015 malah semakin meningkat menjadi 0,41 persen. Peningkatan indeks gini itu menunjukan disparitas di ;atim semakin tinggi yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Bahkan jumlahnya mengalami peningkatan,"tegas Politisi dari PAN usai rapat paripurna LKPj Gubernur 2015, Selasa (12/4).

Hal ini, tambahnya diperparah lagi dengan kebijakan yang dibuat provinsi tidak sejalan dengan kab/kota. Dimana untuk Kab/Kota lebih cenderung merealisasikan programnya sesuai visi dan misi yang dibawahnya saat maju dalam Pilkada. Karena itu, pusat harus melakukan revisi terhadap UU 23/2004 yang cenderung Kab/Kota tidak mengikuti kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah diatasnya.

"Sudah saatnya Pemerintah Pusat membuat regulasi yang mengatur kebijakan yang dibuat Kab/Kota harus sejalan dengan Pemerintah diatasnya. Dengan begitu, Program Pemerintah bisa tuntas hingga tingkat bawah. Seperti halnya dengan Perda RTRW punya turunannya hingga tingkat bawah,"Paparnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP  Jatim, Sri Untari menegaskan melebarnya disparitas di Jatim menunjukan sejumlah program yang diperuntukkan untuk sektor kemiskinan tidak jalan dengan baik. Selain itu fakta ini menunjukan Program SKPD terkait tidak tepat sasaran, bahkan bisa jadi program yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Untuk itu Dewan Jatim akan mendesak Gubernur mengoptimalkan programnya, khususnya yang menyangkut program kerakyatan.

Terpisah, Gubernur Jatim Soekarwo saat ditanya terkait meningkanya jumlah kemiskinan, Politisi yang sudah 2 periode menjabat Gubernur itu menegaskan meningkatnya jumlah kemiskinan dikarenakan faktor kondisi ekonomi global yang sedang tidak stabil, sekaligus imbas dari peralihan pekerjaan dari manusia ke mesin yang dilakukan banyak perusahaan, yang membuat jumlah pengangguran terbuka semakin banyak.

  "Tidak bisa dipungkiri lagi dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu seperti saat ini akan semakin membuat jumlah kemiskinanmeningkat. Ini tidak hanya di Jatim, tapi hampir diseluruh wilayah dan negara. Termasuk banyaknya industri yang menggunakan tenaga mesin daripada manusia, ternyata membawa dampak jumlah pengangguran setiap tahunnya meningkat,"tegas Mantan Sekdaprov Jatim. (Siti).

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved