Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Jalur Segitiga Emas Mendesak Diselesaikan

 
03 April 2013

Suara Indrapura : Molornya pengerjaan jalan di jalur segitiga emas yang menghubungkan antara Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi lewat Kawah Ijen harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya, kondisi jalan yang ada saat ini sangat memprihatinkan. Selain jalannya yang sempit, kondisinya juga sangat rusak berat. Apabila pemerintah segera menyelesaikan jalur segitiga emas ini, bisa dipastikan perekenomian masyarakat di tiga wilayah tersebut akan meningkat.

“Sebagai wakil rakyat saya sangat prihatin dengan kondisi jalur di segitiga emas tersebut. Saya mendesak agar di jalur tersebut status jalannya dinaikkan. Dengan begitu para wisatawan atau investor yang akan menanamkan sahamnya di wilayah tersebut menjadi senang, karena akses jalannya mendukung. Apalagi ditiga wilayah tersebut berpeluang menambah pundi-pundi Pemprov Jatim lewat perdagangan dan pariwisata,” tegas Anggota DPRD Jatim dari PKNU, Akik Zaman.

Menurut pria murah senyum ini, pihaknya sudah mengajukan permasalahan ini sejak tahun 2004 ke Pemprov Jatim. Tapi hingga kini belum ada penyelesaian.  Padahal ini bisa menjadi nilai tambah baik bagi Pemprov Jatim serta tiga kabupaten, dan yang paling penting masyarakat disana.

Seraya dicontohkan, di Bondowoso yang memiliki hasil panen kopi selain kawah ijen, disana ada jalan yang dapat diinterkoneksikan ke Banyuwangi lanjut ke Bali. Menariknya, jalan yang bisa diakses dengan bus tersebut bisa memperpendek jalur tempuh yang hanya 70 kilometer. Sedangkan lewat selatan bisa mencapai 160 kilometer. “Untuk itu saya berharap Provinsi Jatim bisa mengomandani penyelesaian jalur tersebut. Kalau tidak provinsi siapa lagi,” tambahnya dengan mimik serius.

Sementara itu, kondisi nelayan di wilayah Banyuwangi dan Situbondo juga perlu mendapat sentuhan dari Pemprov Jatim. Pelabuhan Besuki dan Muncar yang pernah cemerlang pada tahun 70-an kini tidak terlihat lagi. Hal ini dikarenakan kurang adanya perhatian dari Pemprov Jatim terhadap keberadaan sarana dan prasaran pendukung setelah dilakukan pembangunan pelabuhan. “Seharusnya akses jalan juga harus menjadi perhatian serius khusunya untuk mendukung transportasi bagi para nelayan yang akan menjual hasil ikannya ke wilayah lain atau ke kota,” tegasnya.

Tapi sebaliknya, saat ini kondisi jalan yang ada rusak berat, sehingga pembeli malas untuk berdekatan dengan nelayan. Akibatnya, hasil yang didapatkan oleh para nelayan disana kurang maksimal. (Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved