Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Cegah Teroris, Ketua DPRD Jatim Minta Tingkatkan Gotong Royong

 
11 Juni 2016

Cegah Teroris, Ketua DPRD Jatim Minta Tingkatkan Gotong Royong

Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Abdul Halim Iskandar  mengatakan seringnya   terduga   teroris   tertangkap   di   Jawa Timur  bukan   merupakan  sebuah  kebetulan. Menurutnya hal itu adalah sebuah masalah yang sangat serius.

Ini harus menjadi perhatian serius bagi semua elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian," kata Halim melalui sambungan telepon, Sabtu, 11 Juni 2016.

Halim  menjelaskan  masyarakat  harus  memperhatikan gerak gerik para tetangganya. Selain itu, antara  tetangga  harus  saling  gotong  royong. Jangan sampai  kegiatan gotong  royong semakin luntur  dari masyarakat," katanya.

Perlunya setiap warga untuk melapor kepada Ketua Rukun Tetangga jika ada tamu di rumahnya lebih dari 24 sangat  penting untung dilakukan kembali. Ini karena menurutnya tindakan itu bisa digunakan untuk mencegah adanya teroris di suatu daerah perkampungan.

"Biasanya teroris itu orang asing yang bukan warga asli daerah itu, jadi perlu untuk melaporkan ke Ketua RT jika kedatangan tamu yang mencurigakan," ucap Halim.

Politisi  asal  Partai Kebangkitan Bangsa juga  mewanti - wanti masyarakat untuk  dapat memilih pendidikan  agama  yang  tidak  menyimpang dari ajaran agama  yang  sebenarnya. Jika  memilih pesantren pilihlah pesantren dengan ajaran yang jelas.

Kalau   milih  pesantren  harus  dilihat  kiainya  lulusan  mana,  kalau  kiainya  misalnya  lulusan pesantren Tebu Ireng ya itu bisa dijadikan rujukan pendidikan," katanya.

Dia  meminta  masyarakat, aparat pemerintah  mulai dari  tingkat kabupaten  hingga tingkat desa atau  kelurahan  maupun kepolisian meningkatkan kewaspadannya. "Agar tidak terulang kembali dan  dapat dilakukan pencegahan sebelum teroris melakukan aksi terornya di Jatim,  kata  Halim.

Dia   menyarankan  agar  aparat  keamanan  dan  pemerintah  dalam  pencegahannya  melakukan pendekatan  kemanusiaan.  Jangan  bertindak  gegabah.

Jangan  langsung  pasang alat detektor logam di area publik bisa menimbulkan kepanikan, cukup pendekatan  kemanusiaan saja," ujarnya.

Sebelumnya, Juru bicara Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia,  Brigadir  Jenderal Agus Rianto,  membenarkan  kabar tertangkapnya dua orang asal Gresik yang diduga akan melakukan aksi bom bunuh diri di Surabaya.

Agus  Rianto  mengatakan  para  tersangka  ditangkap  di  Surabaya  siang  tadi. Saat ini, mereka sedang  diperiksa  Deltasemen Khusus 88 (Densus 88). "Ditangkap di Surabaya, yang menangani Densus 88 sekitar 13.45 WIB," kata Agus.

Polisi menangkap tiga terduga teroris di Surabaya. Ketiganya adalah Priyo Hadi Purnomo (PHP), BRN  alias  Jeffy  (JF)  alias  F,  dan  Ferry  Novendi  (FN).  PHP  adalah  mantan  narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Porong karena narkoba dan bebas pada 2014. Sedangkan satu terduga teroris berinisial S ditangkap kemarin. (Edwin)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved