Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Optimalkan Peran Posyandu

 
03 April 2013

Suara Indrapura : Seiring dengan perkembangan zaman, ternyata peranan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) banyak terabaikan. Maklum, rata-rata masyarakat sekarang ini malas membawa balitanya untuk memeriksakan diri ke Posyandu terkait tumbuh kembangnya. Ini karena mereka menganggap keberadaan Posyandu tak lebih disediakan untuk si miskin. Kondisi ini diperparah dengan minimnya peran pemerintah untuk mendorong terlaksananya bayi sehat lewat Posyandu. Semua ini dibuktikan dengan minimnya alokasi anggaran yang disediakan lewat APBD kabupaten/kota.

Anggota komisi C DPRD Jatim, Lilik Muharti mengaku sangat prihatin dengan minat masyarakat yang bertandang ke Posyandu. Padahal sarana dibentuknya Posyandu yakni untuk membantu masyarakat khususnya kaum ibu mengetahui tumbuh kembang si anak tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun. “Tapi apa daya mereka menganggap Posyandu identik dengan si miskin. Karenanya, saya disini memiliki peran penting untuk menyadarkan para ibu jika keberadaan Posyandu sebenarnya sangat penting guna membantu ibu untuk mengetahui tumbuh kembang putra putrinya tanpa harus ke dokter,” tegas perempuan berjilbab murah senyum ini.

Pihaknya memaklumi jika sebagian masyarakat di Kabupaten Malang yang rumahnya di desa terpencil belum mengetahui secara detail pelayanan apa saja yang akan diberikan di Posyandu tersebut. “Padahal dari sana nantinya akan diketahui jika si bayi sedang sakit atau kekurangan gizi. Darisana nanti akan dirujuk ke rumah sakit pemerintah. Dan yang terpenting mereka akan dibebaskan dari segala tarikan. Sebenarnya inilah peran Posyandu sesungguhnya,” tambahnya berapi-api.

Namun demikian, Lilik Muharti sedikit menyesalkan sikap pemerintah yang kurang bersungguh-sungguh meningkatkan peran Posyandu. Buktinya, anggaran yang dikucurkan amatlah minim. Padahal disatu sisi, banyak yang harus diperhatikan seperti menyiapkan makanan bergizi dan obat-obatan untuk si balita saat datang ke Posyandu. “Saya melihat ada Posyandu yang terpaksa ibu-ibu PKK-nya urunan untuk membelikan makanan bergizi yang nantinya diberikan kepada para balita yang berkunjung di Posyandu,” tegasnya.

Kondisi ini sah-sah saja jika warganya ada yang mampu dan membantu. Tapi bagaimana jika warganya tidak mampu, maka peran pemerintah disini sangat dituntut untuk memperhatikan seluruh aktivitas Posyandu. (Ajeng)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved