Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Kawal Pembangunan Pesisir Selatan Jatim

 
23 Juli 2016

Kawal Pembangunan Pesisir Selatan Jatim

Anggota DPRD Jawa Timur Ir Giyanto dari Fraksi PDI Perjuangan menyambut baik beberapa program infrastruktur dari pemerintah untuk wilayah Jawa Timur bagian Selatan.Anggota DPRD dari Dapil Jatim VII yang meliputi Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan memastikan jika semua pembangunan berjalan baik, maka akan mampu menjadi pengungkit ekonomi bagi masyarakat Jawa Timur.

Beberapa pembangunan yang dalam proses pengerjaan dan akan dikerjakan itu antara lain Jalan Lintas Selatan (JLS), Jalan Tol Ngawi-Kertosono hingga ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya serta rencana ke depan adalah Bandar Udara di Pacitan ke depan adalah Bandar Udara di Pacitan maupun Pelabuhan Ikan dan Pangkalan TNI AL di Trenggalek. “Kebijakan di Jawa Timur untuk wilayah selatan untuk blue print ke depan perlu di imbangi dengan persiapan yang matang pemerintah daerah bupati dan walikota setempat,” jelas Giyanto.

Mantan kepala rumah tangga kantor DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi itu agar segera di sinergikan dengan kepala-kepala desa. Yakni dengan mengerjakan pembangunan ruas jalan antar kampung antar dusun.

Dengan merealisasikan program APBDes pasca turun dana desa sebesar Rp 1 miliar hingga 1,5 miliar di setiap desa.” Kepala desa jangan takut-takut memanfaatkan dana desa itu. Karena sudah ada jelas sandarannya Undang-Undang,” sarannya.

Ia mengakui, selama ini mendapat keluhan dari sejumlah kepala desa yang tidak berani menggunakan dana tersebut. Salah satunya karena tenaga pendamping dana desa yang belum begitu paham soal administrasi dan aturan-aturan penggunaan dana desa.”Selama ini para kepala desa di dapil saya, takut menggunakan seolah-olah aturannya tidak ada.

Padahal, aturannya jelas 70 persen untuk infrastruktur desa dan 30 persen untuk administrasi seperti gaji perangkat desa dan lain sebagainya,” papar Giyanto.

Ke depan, lanjut Giyanto, sudah waktunya pemerintah daerah menyambut dengan cepat semua program dari pusat. Anggota Komisi C ini meminta pemkab segera mengkoordinasikan dengan pemprov Jatim apasaja supportnyauntuk daerah.” Pemprov Jatim harus menyiapkan apa, tatkala JLS sudah jadi dan Tol Solo-Ngawi sudah selesai,Jatim untuk juga segera menyiapkan misalkan produk UMKMnya,” sarannya.

Ia mencontohkan, di Trenggalek misalnya, Pemkab setempat lagi serius menyiapkan pariwisata.

Kemudian adanya jalur Lingkar Wilis yang akan menghidupkan sektor ekonomi Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Tulungagung, Jombang, Madiun dan Kediri.

“Itu sangat membantu sinergi dengan program nasional JLS. Itu Lingkar Wilis menghubungkan antar kabupaten dan kecamatan sehingga masyarakat yang saat ini masih hidup terpelosok di pedesaan akan terangkat perekonomiannya,” urai Giyanto.

Sebagai Anggota DPRD Jatim, Giyanto mengaku sedang mengawal rekomendasi dan usulan dari 8 kabupaten untuk membuat bandara di selatan Jawa Timur.

Delapan Bupati sudah tanda tangan semua. Mereka berkeinginan dengan adanya bandara tersebut, bisa membangkitkan ekonomi di selatan Jatim. Bandaranya rencana dibangun kalau nggak di Kecamatan Tampak Trenggalek atau Kecamatan Campur di Tulungagung. Di daerah itu secara geologis sangat memungkinkan untuk bandara kelas nasional.

Tergantung rekomendasi dari Lanud Madiun sebagai daerah keamanan. Yang penting tidak mengganggu pertahanan nasional.

“Sekarang sudah disambut pemerintah pusat, dan rekomendasi itu sudah diterima Menko Polhukam.Bahkan Presiden juga sudah menyambut positif pembangunan bandara di Jawa Timur bagian selatan,” yakinnya.

Setelah Bandar udara, selanjutnya sedang dirancang Tempat Pelabuhan Ikan Prigi Trenggalek untuk dijadikan pangkalan pusat komando TNI AL selain untuk pelabuhan perikanan terbesar Jawa bagian selatan. “Sudah saatnya, keamanan di selatan Jawa segera dibangun, karena selama ini pertahanan di selatan Jawa ini lemah dan kerap menjadi sasaran empuk masuknya imigran gelap dan peredaran narkoba,” pungkasnya.

 

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved