Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Lawan Cak Anam, Halim Gali Jalan Kekalahan di Pilgub 2018

 
23 Juli 2016

Lawan Cak Anam, Halim Gali Jalan Kekalahan di Pilgub 2018

Mantan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anwar Sadad ,menilai sengketa Abdul Halim Iskandar dengan Choirul Anam (Cak Anam) terkait kepemilikan Astra Nawa hanya menguras tenaga dan konsentrasinya yang sudah declear maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jatim 2018.

“Pak Halim harusnya cerdas, dia ini kan mau menghadapi Pilgub. Ibarat petinju yang akan merebut gelar, harusnya dia mempersiapkan diri dengan baik, merangkul semua pihak, bukan malah mempersiapkan diri dengan melawan Cak Anam. Menurut saya itu blunder.Dibelakang Cak Anam masih banyak loyalis,” katanya saat ditemui.

Menurut Sada,Halim justru akan disibukkan dengan urusan hukum yang panjang dan melelahkan. Energi yang seharusnya untuk running Pilgub bakal habis untuk mengurusi perdata dalam kasus Astra Nawa.

“Itu akan mempengaruhi konsentrasinya.Sekarang putusan di tingkart PN belum lagi banding, kasasi, PK. Ini nggak selesai sebulan dua bulan sementara Pilgub Juni 2018.Saya nggak yakin dalam dua tahun selesai. Kalau urusan ini, saya kira Pak Halim hanya menggali jalan kekelahannya di Pilgub,” paparnya.

Sadad yang kini menjabat sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim juga mengaku kaget melihat Halim dan Cak Anam saling berhadapan di ranah hukum.

“Saya dan Pak Halim itu orang yang sama-sama dibesarkan Cak Anam berkiprah di politik di masa-masa awal reformasi. Saya masih ingat Pak Halim ketika itu ketua DPC PKB Jombang dan saya di DPW, jadi kita sering bergaul-lah,” katanya.

“Sehingga ketika kemudian harus berhadapan, berebut tempat dimana kami sama-sama dibesarkan, itu mengagetkan dan tak seharusnya terjadi. Menurut saya, apapun posisi dan kedudukan yang didapatkan Pak Halim sekarang itu adalha sebuah proses politik yang dimulai sejak awal ketika bersama-sama Cak Anam.”

Kalau mau berpikir jernih, nilai Sadad, saat ini Halim adalah ketua DPW PKB Jatim yang mestinya tak perlu merebut apa yang sudah di-create- Cak Anam.” Harusnya dia melahirkan legacy apa yang bisa diberikan ke PKB.”

Menurutnya, bukan hal yang susah bagi Halim untuk membangun satu kantor yang megah yang menjadi Legacy-nya sebagai ketua DPW PKB Jatim karena DPW PKB sekarang memiliki banyak kepala daerah di 38 kabupaten/kota di Jatim.

“Biarlah Astra Nawa menjadi legacy-nya Cak Anam, Halim tak harus merebut. Harusnya dia malah berterima kasih sama Cak Anam yang telah membangun politik Nahdliyin bersama para kiai dan prestasinya luar biasa. Belum tertandingi sampai sekarang, 32 kursi di pemilu 1999 dan 31 kursi di 2004,” tutur anggota Komisi C DPRD Jatim itu.

Jadi, tambahnya, Halim dalam berinteraksi dengan Cak Anam mestinya menimba ilmu, belajar.”Jangan kemudian harus berhadap-hadapan. Ini saran ya sebagai sahabat. Saya dengan Pak Halim tak bisa terpisahkan sebagai kader NU meskipun sekarang partainya berbeda. Tapi saya yakin orang NU itu kalau gegeran biasanya berakhir ger-geran,” tuntasnya. 

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved