Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

PT KAI Gusur 45 PKL Sidotopo Wetan

 
23 Juli 2016

PT KAI Gusur 45 PKL Sidotopo Wetan

Perwakilan pedagang,Mahrus Ali, mengatakan , pedagang resah karena mendapat kabar tempat berjualan mereka bakal digusur dalam beberapa hari ke depan. Padahal, sampai saat ini janji relokasi terhadap puluhan pedagang belum diberikan.” Termasuk ganti rugi, belum juga kami dapatkan,” kata Mahrus Ali di hadapan anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim. Ia mengaku sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan perusahaan perkeretaapian ini, namun selama itu belum ada kesepakatan.

Sementara itu, anggota Fraksi PDIP, Agatha Retnosari, menyampaikan bahwa kasus sengketa lahan antara warga dan PT KAI yang terjadi di Surabaya bukan hanya satu. Politisi perempuan ini menyampaikan ada banyak masalah warga dengan PT KAI. “Motifnya hampir sama. Karena itu, PDIP akan berkoordinasi dengan DPRD Kota Surabaya untuk menuntaskan masalah tersebut,” tandas Agatha.

Politisi asal Surabaya ini meminta data dari warga terkait rencana penggusuran oleh PT KAI Selasa mendatang itu.

“Kami meminta draf pertemuan antara warga dan perwakilan PT KAI. Ini sebagai landasan PDIP mengawal kepentingan rakyat,” terang dia.

Dalam notulen rapat pedagang Sidotopo Wetan dengan PT KAI, kamis (26/5) lalu, ditemukan beberapa kesepakatan. Di antaranya, keinginan membokar lapak pedagang di Sidotopo Wetan karena Pemkot Surabaya berkeinginan melebarkan jalan aset PT KAI ini. Kedua, warga diminta siap membongkar bangunan yang berada di depan.

“Selama ini pedagang menyewa kepada PT KAI. Tetapi, belakangan ini kami diminta menyerahkan lahan yang disewa tanpa ada lahan pengganti,” keluh Muhlis, pedagang lain.

Anggota Fraksi PDIP yang ikut menemui perwakilan pedagang Sidotopo Wetan, antara lain, Giyanto, Mahud, dan SW Nugroho. Mereka berharap PT KAI tidak terlalu arogan. Mereka meminta perusahaan tersebut bisa memberikan solusi agar warga yang menggantungkan hidup dari perdagangan di lahan milik PT KAI itu tidak kehilangan pekerjaan.

Terpisah, manager Aset PT KAI Daop 8, Djainuri membenarkan akan dilakukan pengosongan lahan yang saat ini dikuasai warga. Dia menyampaikan, ketentuan tersebut sesuai dengan instruksi PT KAI pusat.”Yang jelas, bangunan yang ada di atas lahan itu akan dibongkar karena lahan tersebut milik PT KAI,” tegas Djainuri.

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved