Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

DAU Tertunda, Ngawi dan Probolinggo Paling Terimbas

 
25 Agustus 2016

DAU Tertunda, Ngawi dan Probolinggo Paling Terimbas

Penundaan pencairan Dana Alokasi Unum (DAU) oleh pusat di Jatim memang sangat disesalkan dewan. Karenanya, eksekutif diminta    pandai mengelola anggaran yang ada, tentunya dengan tidak mengurangi program-program kemasyarakatan.

Anggota Badan Anggaran, Hammy Wahjunianto mengaku jika DAU di Jatim banyak diperbantukan untuk kabupaten/kota sekitar 35 persen dari DAU yang dicairkan oleh Pemprov Jatim sebesar Rp133 triliun. Sedang untuk Pemprov hanya berpengaruh pada kinerja SKPD saja. Untuk itu perlu adanya pengeprasan anggaran terkait mamin, rapat-rapat dan kunjungan baik dalam negeri atau luar.

"Kalau seperti ini memang yang sangat merasakan dampaknya adalah wilayah yang banyak bergantung pada DAU seperti Ngawi dan Probolinggo. Sementara untuk provinsi tidak terlalu, karena kinerjanya 70 persem tergantung pada APBD sedang DAU hanya 30 persen,"lanjut politisi asal PKS ini.

Ditambahkannya, tertundanya DAU yang dicairkan ke daerah adalah murni kesalahan pemerintah pusat yang telah menganggaran masukan dari pajak yang sangat tidak terealisasi. Contohnya soal tax amnesty yang diharapkan mendapat Rp165 triliun ternyata yang masuk hanya Rp32 triliun. Akhirnya APBN 2016 kedodoran. Dan imbasnya pada penundaan DAU di seluruh Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Banggar, Abdul Halim. Menurutnya untuk memenuhi kekurangan tersebut akibat keterlambatan DAU, diantaranya pengeprasan anggaran dibeberapa SKPD termasuk Pemprov Jatim mulai merintis bisnis dibidang pelabuhan melalui BUMD yang ada. "Diharapkan dari lambatnya DAU,ada anggaran yang dapat diandalkan untuk menutupi APBD Jatim yang defisit melalui pengelolaan pelabuhan dan Bank Jatim,"tegas politisi Partai Gerindra ini.

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved