Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Berdayakan Kaum Santri

 
02 April 2013

Suara Indrapura : Warga Nahdliyin yang ada di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan, mayoritas tergolong dalam kelompok sosial ekonomi kelas menengah ke bawah. Ahmad Firdaus Fibriayanto SH anggota DPRD Jatim asal Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang maju melalui dapil X meliputi Gresik dan Lamongan, ketika reses juga lebih fokus untuk memberdayakan kaum santri sebutan bagi Warga Nahdliyin.

Diantara upaya pemberdayaan yang dilakukan, pria asli Lamongan ini memberikan bantuan dana untuk perbaikan sarana jalan lingkungan warga dan bantuan modal kelompok untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Reses saya kemarin lebih banyak untuk membantu perbaikan sarana jalan lingkungan warga dan bantuan modal perberdayaan ekonomi kelompok masyarakat," ujar Firdaus.

Dalam setiap reses, Firdaus juga kerap mengumpulkan konstituen untuk menyerap aspirasi yang perlu diperjuangkan melalui legislatif. "Warga Nahdliyin sangat berharap program Bosda Madin terus dilaksanakan, karena program tersebut sangat dibutuhkan dan membantu masyarakat pesantren yang ada di Jatim," terang anggota Komisi C DPRD Jatim ini.

Ditambahkannya, warga Gresik maupun Lamongan berharap pemerintah dapat membatasi pendirian mini market yang kini menjamur hampir di setiap desa. "Menjamurnya mini market di desa-desa itu mengakibatkan toko kelontong warga sepi bahkan banyak yang gulung tikar karena kalah bersaing sehingga ditinggalkan oleh konsumen," imbuhnya

Hampir setiap musim penghujan tiba, sebagian warga Lamongan dan Gresik, khususnya yang tinggal di sepanjang Kali Lamongan kerap kali terkena banjir kiriman. "Warga berharap tanggul kali Lamong diperbaiki agar tidak mudah banjir ketika musim penghujan datang," tambahnya.

Masyarakat juga merasa warisan sejarah wali songo yang ada di Gresik dan Lamongan kurang mendapat perhatian pemerintah, sehingga dari tahun ke tahun kurang terpelihara. Padahal makam wali songo merupakan bagian dari obyek wisata religi. "Pembangunan jangan hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga perlu memperhatikan mental dan spiritual masyarakat, karena sisi itulah yang dapat mengerem masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi untuk membuat kondisi Jatim tdak kondusif," pungkasnya. (Ajeng)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved