Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pusat Akhirnya Cairkan DAU dan DAK Total Rp4,2 T

 
08 November 2016

Pusat Akhirnya Cairkan DAU dan DAK Total Rp4,2 T

Selama ditunggu hampir dua bulan lamanya, kini Pemprov Jatim dapat bernafas lega. Ini karena Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang dihutang selama empat bulan kini sudah dilunasi. Meski tanpa Perpres, namun di Website milik Menkeu serta konsultasi ke Kemenkeu sudah dipastikan dana tersebut dibayar sebesar Rp4,2 triliun yang kemudian dimasukan ke dalam RAPBD 2017 yang total mencapai Rp27, triliun.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Kusnadi mengakui jika pusat telah melunasi DAU dan DAK yang empat bulan dihutang. Adapun rinciannya DAK Rp1,9 triliun, sedang DAU Rp1.8 triliun. Namun dari perhitungan tersebut ada sesuatu yang fantastis. Dimana pegawai pemprov yang sebelumnya berjumlah 20 ribu orang, kini naik mencapai 53.650 orang. Tentunya Banggar ekskutif dan legislatif lebih berhati-hati melakukan perhitungan.

"Jujur ini otak sampai panas, karena menghitung uang yang ada untuk beberapa program yang sebelumnya tidak ada, seperti pelimpahan kewenangan SMK/SMA. Saking rumitnya kita membahasnya sampai 14 jam,"tegas Kusnadi sambil tersenyum, Selasa (8/11).

Namun demikian, pria yang juga Ketua DPD PDIP Jatim merasa lega, karena semua sudah selesai dan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Diakui jika banyak program yang dikepras semisal untuk anggaran perjalanan dinas untuk legislatif maupun eksekutif sebesar Rp260 miliar terpaksa dipotong hingga 50 persen akibat minimnya pendapatan. "Sebenarnya untuk perjalanan dinas ada tambahan seperti di PP. Namun hal ini tidak bisa dilakukan akibat minimnya PAD yang masuk di RAPBD 2017,"tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN, Malik Efendy mengaku jika dana transito dari pusat berupa DAU dan DAK tidak bisa diotak-atik. Mengingat dana tersebut sudah diplot untuk gaji guru SMA/SMK dan bantuan irigasi misalnya. Sehingga yang dapat dikelola oleh Pemprov Jatim sekitar Rp23 triliun. "Yang pasti dana DAU dan DAK sistemnya transito artinya hanya mampir saja dan tidak boleh diotak-atik. Tapi kita sudah aman untuk gaji guru SMA/SMK,"akunya.

Terpisah, Gubernur Jatim Soekarwo usai rapat paripurna menegaskan jika tambahan anggaran dari pusat bukan lima triliun, tapi Rp4,198 triliun. "Itu dari DAK (Dana Alokasi Khusus) Rp1,9 triliun dan dari DAU (Dana Alokasi Umum) Rp1,8 triluan," papar pria yang biasa dipanggil Pakde Karwo ini yang ditemui usai paripurna, Senin (7/11) malam.

Lebih lanjut dijabarkan, tambahan yang berasal dari DAU senilai Rp1,8 triliun inilah yang digunakan untuk jadi guru. "Jadi yang dari DAU itu pas untuk gaji PNS guru (SMA/SMK) yang dilimpahkan ke provinsi sebanyak 35.632," tegas Pakde Karwo.

Sedangkan untuk DAK, lanjutnya, salah satunya dana perbaikan sarana pendidikan, perbaikan penghasilan guru, serta tunjangan penghasilan guru.

Pakde Karwo mengakui dana tersebut memang masih harus menunggu peraturan presiden (Perpres) yang hingga saat ini belum turun. "Dasar kita adalah dari website Kementerian Keuangan. Ini yang tadi disepakat bersama dewan. Kita gunakan sebagai rujukan," pungkas Pakde Karwo.

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved