Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pertanyakan Pengurusan Akte Kelahiran Hingga Bantu Bibit Ikan Sidak

 
02 April 2013

Suara Indrapura : Sulitnya mengurus akte kelahiran sangat dirasakan masyarakat yang berada di tiga wilayah seperti Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo, terutama bagi mereka yang tinggal di desa. Bahkan yang lebih mengenaskan, untuk mengurus satu lembar dokumen negara ini mereka harus mengeluarkan uang antara Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. “Itu belum termasuk uang transport untuk mengurus akte kelahiran,” jelas Anggota DPRD Jatim, Saut Marisi.

Menurut Saut, uang itu tentunya sangat memberatkan bagi mereka yang rata-rata hidup sebagi buruh tani atau nelayan. “Untuk itu saya mendukung sikap Komisi A DPRD Jatim yang mengajukan juditial review ke MK yang meminta membebaskan uang pungutan untuk membuat akte kelahiran agar digratiskan,” tambah politisi asal Partai Demokrat ini yang mengaku sampai saat ini banyak warga yang terpaksa tidak mengurus akte kelahiran untuk anaknya karena mahal dan birokrasinya yang berbelit.

Selain disambati soal pengurusan akte kelahiran, pria asli Banyuwangi ini berangan-angan meningkatkan pendapatan peternak di wilayah daerah pemilihan (dapil) III. Diantaranya, diberikannya benih ikan sidak yang diperoleh dari Cilacap dan Pelabuhan Ratu. “Kebetulan harga ikan ini sangat mahal di dunia, melebihi harga ikan salmon. Dengan diberikan bantuan benih secara cuma-cuma kepada peternak ikan diharapkan mereka mampu meningkatkan pendapatannya,” tegas Saut yang juga Anggota Komisi A DPRD Jatim ini dengan nada penuh optimis.

Mahalnya harga ikan sidat, dikarenakan ikan yang bentuknya mirip belut ini kini menjadi konsumsi resmi warga Jepang dan Eropa. “Yang pasti ikan sidat merupakan komoditi ekspor. Dimana harganya per kilogram mencapai Rp100 ribu. Yang tak kalah pentingnya kandungan protein di ikan tersebut sangat tinggi,” ungkapnya lebih lanjut.

Untuk itu, dipilih Desa Serono, Banyuwangi sebagai desa yang akan menjadi pilot project. Kebetulan, dalam waktu dekat ini akan segera panen dan dipastikan para peternak akan mendapatkan tambahan penghasilan dari beternak ikan ini. “Untuk pertama kali saat menjadikan Desa Serono sebagai percobaan. Kalau sukses maka akan buka diseluruh desa di banyuwangi. Termasuk Bondowoso dan Situbondo. Mengingat untuk beternak ikan Sidat tidak terlalu rumit, tapi membutuhkan modal besar untuk membeli bibit dan makanannya,” akunya.

Terkait untuk makanan ikan sidat, pihaknya mendorong Balitbang Jatim untuk melakukan penelitian terkait bentuk makanan dari ikan tersebut dengan catatan makanan ikan sidat harus mengandung protein tinggi. Mengingat selama ini peternak membuat makanan sesuai insting.

Sementara itu, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan, Saut mencoba memberikan bantuan bibit jahe dan kunyit. “Diharapkan dengan bantuan ini mampu menjadi perekonomian mereka meningkat,” ungkapnya dengan mimik serius. (Ajeng)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved