Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Kapolri Minta Jatim Buat Perda Antisipasi Hal Negatif Demokrasi

 
20 November 2016

Kapolri Minta Jatim Buat Perda Antisipasi Hal Negatif Demokrasi

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian berharap Pemerintah Provinsi Jatim beserta DPRD Jatim bisa melakukan kontrol terhadap berbagai paham yang masuk ke Jatim. Salah satunya dengan membuat peraturan daerah (perda) mengenai kebebasan berpendapat.  

"Banyak berkembang kepentingan kelompok, dapat menonjolkan dan mengemuka. Untuk itu, perlu ada mekanisme kontrol melalui aturan hukum yang ada. Termasuk dilingkup provinsi," ujar Jendral Pol Tito Karnavian disela-sela menjadi pembicara dialog kebangsaan di DPRD Jatim, Sabtu (19/11).

Jendral bintang empat ini menjelaskan, demokrasi dewasa ini, dapat bermakna positif, karena penuh keterbukaan dan ada check and balance. Namun disatu sisi, justru kebebasan tersebut terlalu kebablasan. "Dapat menumbuhkan primordial, dimana kemudian masuk ke dalam masalah kesukuan dan keagamaan," jelasnya.

Orang nomor satu di Korps Baju Coklat ini lantas memberikan wacana jika demokrasi yang terlalu bebas dan tidak terkontrol. Paham-paham radikal yang bukan asli Indonesia, bisa masuk seperti jalan tol. "ini nanti yang kemudian berbahaya dan dapat menimbulkan terorisme," ungkapnya.

Oleh sebab itulah, mantan Kepal Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tersebut meminta adanya mekanisme hukum baik ditingkat nasional maupun provinsi guna mencegah masuknya paham radikal. "di Jatim ini kan satu fraksi, bersatu, jadi pastinya buat perda (tentang kepentingan kelompok) bisa sangat mudah. Saya harap Jatim yang merupakan kota pahlawan bisa jadi kontrol," bebernya.

Saat disinggung masalah yang mendera pasca demo serentak 4/11, yakni tentang rush money atau penarikan uang besar-besaran di Bank. Tito berjanji akan mengejar penyebar isu tersebut. Menurutnya itu hanyalah isu dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Oleh karenanya, dirinya berharap masyarakat tidak terganggu dengan isu tersebut.

"Berita itu hanyalah hoax. Ini hanyalah untuk menganggu ekonomi kita. Saya jamin situasi keamanan sudah baik sekarang. Saya juga sudah sebarkan tim cyber untuk menangkap pelaku penyebaran isu tersebut," pungkasnya.

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved