Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

DANA UNBK BELUM TERSEDIA

 
09 Desember 2016

DANA UNBK BELUM TERSEDIA

Pemprov Jatim menargetkan bisa menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Computer (UNBK) untuk SMA/SMK tahun depan. Bahkan, jumlah sekolah penyelenggaraanya dipatok bertambah jika dibandingkan tahun lalu. Sayangnya, target itu belum dibarengi dengan kesiapan penyedian anggaran.

Anggota Badan Anggaran DPRD Jatim M.Siroj mengungkapkan hal tersebut. Menurut dia, saat pembahasan APBD Jatim 2017, anggaran unas sama sekali belum dibicarakan. Akibatnya, saat APBD digedok, biaya penyelenggaraan ujian itu tidak masuk ke dalam daftar pengeluaran.

Padahal, per januari nanti pengelolaan SMA/SMK sudah beralih ke provinsi. Karena itu, perlu pembicaraan khusus terkait dengan anggaran unas. Dewan dan pemprov harus duduk bersama untuk membiarakan skema penyediaan anggaran. Menurut Siroj, salah satu solusinya adalah melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). Namun, berdasar jadwal, UNBK biasanya berlangsung pada april atau mendahului pembahasan pak.” Dewan terus mendorong pemprov untuk mencari solusi terkait hal tersebut,”katanya.

Sirodj mengungkapkan, pemprov harus menyediakan anggaran lantaran SMA/SMKsudah menjadi tangungjawabnya, pemprov tidak boleh terus berpangku tangan.

Dia menambahkan, bila pemprov berhasil mengucurkan dana, tetap saja dana itu tidak cukup untuk penyelenggaraan UNBK di seluruh kabupaten/kota di jatim. Banyak kegiatan yang harus dibiayai. Karena itu, dia berharap ada bantuan dari pemerintah pusat melalui DAU (dana alokasi umum) dan DAK (dana alokasi khusus).” Pusat harus sedia dana juga biar seimbang,”tuturnya.

Dengan adanya target kenaikan jumlah penyelenggara UNBK untuk SMA/SMK di jatim tersebut, pelaksanaan ujian mumingkinkan dibagi dalam beberapa sif. Ada yang mendapat jatah pagi, siang atau sore. Itu dilakukan karena sekolah kekurangan computer untuk ujian.

Ketua Dewan Pendidikan (PDS) jawa timur periode 2011-2016 zainudin maliki menyampaikan, target dinas pendidikan jatim untuk meningkatkan peserta UNBK tersebut dianggap tidak realistis. Sebab, keputusan itu terasa timpang denga pengurangan anggaran pendidikan.” Pada 2016 ini saja, anggaranya dikurangi sekitar Rp 60 miliar. Sementara untuk 2017, APBD jatim akan terserap ke penganggaran pemilu,” terangnya.

Zainuddin menyampaikan, target UNBK tersebut tidak tepat untuk peningkatan kualitas pendidikan. Menurut dia, saat ini yang dibutuhkan jatim justru adalah peningkatan kualitas guru sma/smk. Kualitas guru di tingkat sekolah menengah atas itu seharusnya ditingkatkan sesuai dengan metode pembelajaran yang aat ini berjalan.” Latih mereka (guru,red) dengan system baru dan pendekatan belajar baru agar bisa menghasilkan lulusan berkualitas,” terang mantan rector univeritas muhammadiyah surabaya (UMS) itu.

Zainuddin juga mneghawatirkan mengenai sudut pandang UNBK yang saat ini didengungkan. Salah satunya, UNBK bisa menjadi tolok ukur integritas.” Ini jelas salah besar, integritas  itu seharusnya diukur ketika ada peluang kecurangan, tapi siswa tidak melakukanya. Bukan malah diperketat, agar tak bisa curang. Logikanya harus dibalik,”jelasnya.

Di kalangan wali murid, kondisi tersebut ditanggapi beragam. Ada yang memprotes karena menganggap pembagian waktu ujian tersebut akan merugikan siswa. Di antaranya, konsentrasi siswa yang mengerjakan ujian pagi berbeda dengan yang siang. Wali murid juga khawatir nilai siswa jeblok karena harus mengerjakan ujian pada sif siang.

Namun, adanya wali murid yang tidak khawatir dengan hal tersebut. Enny ambarsari, salah seorang wali murid, mengatakan akan membekali anaknya dengan persiapan mental yang cukup. Wali murid salah seorang siswa sman 5 surabaya itu mengungkapkan, jangan sampai hal itu membebani pikiran anak-anak.” Dari pada energinya untuk protes,lebih baik dipersiapkan secara matang,” tuturnya kemarin (11/12).

Pelaksanaan UNBK pada siang atau sore memang memunculkan kondisi yang berbeda. Apalagi, dalam pikiran siswa udah terlanjur tertanam bahwa ujian dilaksanakan pagi. Karena itu, enny berusaha menanamkan persepsi bahwa ujian dalam waktu apapun sama saja.

Menurut enny, selama ini memang anak-anaknya terbiasa dengan kegiatan padat setiap hari. Mereka baru benar-benar istirahat ketika hari sudah malam. Dengan begitu, dia tidak cemas ketika nanti pada saat ujian, anaknya mendapat jatah selain jam pagi.” Jangan dilihat itu sebagai masalah,”tegasnya.

Ibu dua anak itu menambahkan, hal tersebut bergantung pada cara orang tua memberikan pengertian kepada anak. Ketika ujian tiba dan harus dihadapkan pada kenyataan mendapat jatah siang/sore, anak harus tetap siap. Orang tua jangan malah membuat pikiran mereka terpecah dengan mengeluh.

Meski demikian, enny menyadari bahwa tidak semua keluarga menerapkan cara yang sama dengan dirinya. Dia pun mendorong pemerintah, khususnya provinsi, agar segera bertindak. Terutama menyelesaikan masalah sekolah yang masih kekurangan computer untuk pelaksanaan UNBK.

Bagi sekolah yang wali muridnya memiliki kemampuan financial cukup, penyediaan computer itu tentu tidak akan sulit. Misalnya , wali murid meminjamkan laptop atau membayar sewa computer bila perlu. Namun, tidak demikian  halya dengan sekolah yang kemampuan financial orang tua muridnya tak seberapa. Karena itu, dia dan beberapa orang tua murid lainya maju ke mahkamah konstitusi untuk mempertanyakan kebijakan UU 23/2014.” Di pemprov ini sebenarnya ada anggaran nggak sih? Katanya.

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved