Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Hanya Sanggup Sahkan 15 perda

 
06 Desember 2016

Hanya Sanggup Sahkan 15 perda

Dari 35 Raperda yang diajukan baik dari inisiatif dewan maupun eksekutif, hingga pertengahan oktober 2016 yang baru selesai baru 12 peraturan daerah. Dipastikan pada akhir 2016, DPRD Jatim hanya sanggup menyelesaikan 15 perda saja atau 40% dari target program legislasi daerah.

Ketua Badan Penyelenggara Peraturan Daerah DPRD Jatim, Achmad Heri mengakui jika dipastikan dari 35 Raperda baik atas inisiatif Dewan maupun eksekutiv hanya 15 perda yang bisa diselesaikan pada 2016 ini. Sisanya akan dibahas 2017 mendatang. Meski begitu pihaknya meminta pembuatan raperda tidak asal-asalan. Namun harus disertai naskah akademiknya.” Yang pasti tidak berbeda dengan tahun lalu. Tahun 2016 dipastikan ada 15 perda yang akan disahkan. 3 raperda yang kini  dibahas di komisi A,D dan E. sedang sisanya akan dimasukan dalam prolegda 2017,” tegas Politisi Asal Partai Nasdem ini, Selasa (6/12).

Terpisah, Wakil Ketua Bapemperda DPRD Jatim, Irwan Setiawan menegaskan pihaknya sedang melakukan sosialisasi 12 perda yang sudah disahkan tersebut. Diantaranya, perda perlindungan nelayan dan perda perlindungan ketenagakerjaan. Sosialisasi itu dikemas dalam acara pentas seni budaya yang berlangsung di alun-alun kabupaten Bodowoso.” Pentas seni budaya ini digelar untuk menghibur masyarakat Bondowoso sekaligus menyampaikan informasi terkait perda yang sudah disahkan oleh wakil mereka di parlemen,” terang Irwan Setiawan.

Politisi PKS yang juga berharap sosialisasi terhadap perda yang telah disahkan harus terus dilakukan kepada masyarakat secara meluas. Hal itu untuk mendorong masyarakat agar memahami kebijakan regulasi yang disahkan oleh DPRD Jatim.

Menurut sekretaris fraksi PKS DPRD Jatim ini, sosialisasi terhadap perda tidak selamanya dilakukan secara formal. Tapi bisa juga secara informal dengan media pentas seni budaya seperti tari tradisional maupun wayangan. Terkadang, cara informal ini justru lebih efektiv ketimbang dengan cara-cara formal.

“sebagai Wakil Rakyat Dari Dapil III, kami juga punya kewajiban mengangkat khazanah budaya local. Karena itu, kami gelar pentas seni budaya sambil sosialisasi perda. Alhamdulillah, masyarakat antusias mengikuti acara yang di gelar di alun-alun Bondowoso tersebut,” tutur politisiyang akrab disapa Kang Irwan itu.

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved