Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Setwan Jatim Menerima Kunjungan DPRD Bali

 
08 Juni 2017

Setwan Jatim Menerima Kunjungan DPRD Bali

Komisi IV (empat) bidang Kesehatan DPRD Provinsi Bali berkunjung ke DPRD Provinsi Jawa Timur, guna mendiskusikan permasalahan yang ada di Provinsi Bali yaitu masalah penyakit sosial di masyarakat yang setiap tahunnya semakin meningkat, yaitu terkait penyakit menular HIV Aids yang ada di Provinsi tersebut.

Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur, menerima kunjungan tersebut. Rabu (7/6) di ruang Banggar DPRD Jatim, karena pada saat yang bersamaan Pimpinan dan Anggota Dewan sedang melakukan agenda tugas luar.

Drs. Subarno, MSi mengatakan, “mohon maaf karena Pimpinan dan Anggota Dewan sedang melakukan kunjungan kerja, jadi kami yang menerima kehadiran rombongan kunjungan Anggota Komisi IV DPRD Bali.” Ujarnya.

Namun dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ditemani Pimpinan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, menerima kehadiran DPRD Bali disini, untuk dimintai keterangan apa-apa yang dibutuhkan. Lanjutnya

I Nyowan Wirya, BA. Pimpinan Rombongan, Komisi IV DPRD Bali mengatakan, kami khawatir dengan dampak penutupan lokalisasi terbesar di Surabaya, berdampak samapai ke Bali karena dari data yang kami terima setiap tahunnya jumlah pasien HIV Aids di masyarakat semakin meningkat. ”Selama 3 tahun dampak trennya di Bali naik, lalu masalah penanggulangan pembiayaan HIV Aids ini dalam APBD, dari anggaran APBD di Bali angkanya juga relatif kecil.” Katanya

Sosialisasi terkait bahaya penyakit HIV Aids terhadap generasi muda khususnya anak-anak pelajar di SMA dirasa masih kurang, yang semestinya dapat pengarahan menyangkut masalah tersebut.

Menanggapi permasalahan tersebut, Dian Islami, Kabid Pelayanan Kesehatan, mengatakan HIV di Jawa Timur pasca penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya. Penutupan lokalisasi di satu sisi  bagus, menjadi pembelajaraan bagi kita, namun dari sisi  kesehatan kita kesulitan memantau, dulu kita pantau betul penularan virus HIV Aids di lokalisasi itu tapi setelah ditutup, mungkin masih berjalan hot spot warung remang-remang ditempat lain.” Ujarnya

Sementara itu, Ia menambahkan soal sosialisasi di Sekolah-Sekolah di Surabaya, kita sudah di lakukan sosialisasi tentang bahaya HIV Aids, misal lewat UKS (Unit Kesehatan Sekolah), lalu membentuk Duta Kesehatan Remaja, mereka juga membentuk kelompok pelajar baik di Sekolah maupun luar Sekolah, momentnya itu kekelompok yang tidak terpantau, kalau di sekolah itu terpantau lewat Puskesmas.”ia rasa sama di Jawa Timur dan Bali pasti sudah ada Ssosialisasi, tinggal sejauh mana pemahaman anak-anak tersebut.” Paparnya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved