Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Soal Eselon Sempat Ada perselisihan, Dewan Serahkan Besaran Tunjangan ke Gubernur

 
01 Agustus 2017

Soal Eselon Sempat Ada perselisihan, Dewan Serahkan Besaran Tunjangan ke Gubernur

Kabarnya sempat terjadi perselisihan antara Sekdaprov Jatim, Soekardi dan Badan Anggaran (Banggar) terkait Eselon dalam pembahasan PP 18/2017. Kabarnya Sekdaprov ngotot Anggota Dewan masuk dalam Eselon II sekelas Kepala Dinas (Kadis), sementara hasil konsultasi ke Mendagri, Anggota Dewan disamakan dengan Sekdaprov (Eselon I).

Anggota Banggar DPRD Jatim, Yusuf Rohana menegaskan bagi dirinya hal itu tidak masalah. Pasalnya, semua sudah ada aturannya dan disesuaikan dengan keuangan daerah. Nantinya dituangkan dalam Perda dan Pergub.

"Kalau saya tidak terlalu bermasalah. Karena semua ada aturannya dan dituangkan dalam Perda dan Pergub. Toh terkait dengan jumlah tunjangan antara Eselon I dan II perbedaannya sangat minim. Yang kami minta Pergub eksekutif dan legiskatif harus dibedakan,"tegas pria yang juga Ketua FPKS Jatim ini.

Berbeda dengan Anggota Banggar dari FPAN, Malik Effendy. Menurutnya tidak ada perseteruan antara Sekdaprov Jatim dan Anggota DPRD Jatim. Yang ada cuma pertanyaan Anggota Dewan jika pernah aturan yang menyamakan Anggita Dewan dengan Eselon II.

"Tapi semua sudah selesai. Yang pasti untum besarannya sudah dituangkan di Perda. Dari Perda ini dibawah ke Mendagri untuk disetujui dan selanjutnya dikeluarkannya Pergub.

Sementara hitung-hitungan soal berapa nilai Tunjangan yang pas untuk DPRD Jatim, sesuai dengan PP nomor 18 tahun 2017 terus dilakukan. Setelah Tim Apresial didatangkan guna menghitung besarannya, Rabu (2/8) mendatang Pansus Raperda PP No. 18 Tahun 2017.

Ketua Pansus PP no. 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Tunjangan Pimpinan dan Angota Dewan DPRD Jatim Hamy Wahjunianto mengatakan, untuk sementara tiga tunjangan yaitu reses, transportasi dan perumahan yang telah dihitung masih mampu APBD Jatim. "Nantinya Pak Gubernur (Soekarwo, Red) dan Pak Sekda (Sekertaris Daerah Pemprov Jatim Sukardi, Red) membahasnya di P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, red), apakah cukup atau tidak untuk besaran tunjangan," ujar Hamy.

Dia melanjutkan, diantaranya tunjangan yang naik diantaranya reses. Perubahan Tunjangan Anggota dan Pimpinan Dewan bakal disesuaikan dengan hitungan baru. Sesuai aturan, uang Representasi Ketua DPRD yaitu Rp 3 juta dijadikan acuan menghitungnya. "Uang reses ini juga disesuaikan dengan kemampuan daerah. Kalau rendah 3x, sedang 5x dan tinggi 7x uang Representasi Ketua DPRD se-Indonesia," jelasnya. 

Sementara untuk tunjangan transportasi anggota dewan, menurut Hammy sesuai amanah PP no 18 tahun 2017 disebutkan Provinsi, Kabupaten dan Kota tidak bisa mengadakan Mobil Dinas (mobdin). Maka dari itu, diadakan tunjangan transportasi bagi anggota DPRD. Kecuali Pimpinan yang tetap mendapat mobdin. 

Hitungan tunjangan transportasi ini nantinya disesuaikan dengan kapasitas silinder kendaraan. Yang rata-rata memakai kendaraan dengan cc 2500. "Kami selama ini kan sistemnya pinjam pakai. Sekarang diganti uang transport, kecuali pimpinan dewan yang sudah mendapat mobdin," tuturnya. 

Satu lagi yang dilakukan penghitungan adalah tunjangan perumahan. Dari hitungan Tim Apresial, menyetarakan Rumah Dinas (Rumdin) Ketua DPRD Jatim dengan milik Gubernur. Sedangkan empat Wakil DPRD Jatim disetarakan sama milik Wakil Gubernur. Sementara Anggota Dewan dengan Sekdaprov. Adanya tunjangan perumahan ini nantinya, Anggota Dewan harus tetap berada di Surabaya setiap hari. Tidak boleh boleh hanya saat paripurna saja ke Surabaya. 

"Usulan tunjangan perumahan berubahnya berapa, Tim Aprisial nanti akan diundang ketika Pembahasan P-APBD 2017. Target kami memang pembahasan Pansus ini selesai 11 Agustus mendatang. Namun kami tidak mau tergesa-gesa. Yang terpenting adalah aman, baik konten dan prosedurnya dari sisi hukum," paparnya

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved