Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Hotel AmarisTernyata di Bangun Dalam Area Steril Gedung Negara

 
10 Agustus 2017

Hotel AmarisTernyata di Bangun Dalam Area Steril Gedung Negara

DPRD Jatim bersama dengan Pemprov Jatim tampaknya serius dalam menanggani pembangunan Hotel Amaris yang lokasinya ada di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Bahkan kajian pada pembangunan hotel tersebut dilakukan dan hasil sementara diketahui ternyata bangunan bertingkat 17 lantai itu dibangun di dalam area steril Gedung Negara yang harusnya bebas dari pembangunan gedung yang dapat membahayakan Tamu Negara.

Asisten Pemerintah Setdaprov Jatim Zainal Muhtadin, menuturkan, Gedung Negara Grahadi merupakan gedung yang masuk kriteria Istana Negara untuk itu tingkat kemanananya pun standart dengan Istana Negara Kepresidenan. "Saat ini DPRD Jatim dengan Pemprov Jatim melakukan evaluasi pembangunan hotel amaris dengan melakukan kajian yang saat ini masih dalam proses," pungkasnya.

Zainal menjabarkan, standart Gedung Grahadi sama dengan Istana Negara dikarenakan ada area vital di dalam Gedung Grahadi yaitu kamar peristirahatan untuk Presiden, kamar peristirahatan untuk Menteri atau Tamu Kenegaraan, Rumah Dinas Gubernur, Ruang Rapat  Resmi seperti Pelantikan atau Menerima Tamu Kenegaraan, Ruang Kerja Wagub. "Tidak hanya itu, Grahadi merupakan bangunan Cagar Budaya yang juga harus dilindungi dan dilestarikan, artinya Gedung Negara tidak sekedar area vital Kenegaraan tapi juga masuk Cagar Budaya yang ternyata sampai saat ini pemkot surabaya tidak memiliki perwali terkait perlindungan Grahadi sebagai Cagar Budaya," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD jatim Freddy Poernomo menambahkan salah satu sisi Hotel Amaris berhadapan langsung dengan Grahadi, bahkan dari Hotel Amaris bisa melihat langsung situasi dan kondisi dalam Gedung Grahadi. "Jika itu dimanfaatkan oknum tidak bertangungjawab untuk melakukan tidakan kejahatan akan sangat mudah," tegasnya.

Freddy menjabarkan, hasil kajian Hotel Amaris untuk sementara terdapat beberapa hal pelanggaran yang dilakukan dalam pembangunan Hotel Amaris yaitu tidak memiliki amdal keamanan, jarak antara grahadi  dengan Hotel Amaris hanya 256 meter dan jarak itu masuk area ring 1 yang harusnya steril dari pembangunan gedung tingkat tinggi, melanggar rencana tata ruang bangunan dan lingkungan secara aturan dengan luas jalan 6 sampai 10 meter itu pembangunan gedung yang diperbolehkan maksimal hanya 7 tingkat, sedangkan Hotel Amaris dengan luas jalan hanya 6 meter, gedung yang dibangun 17 tingkat.

"Kajian terkait Hotel Amaris saat ini masih berjalan, jika sudah tuntas DPRD akan memanggil Dinas terkait di Pemprov Jatim, aparat keamanan dan juga Pemkot Surabaya, khusunya Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan jika hasil kajian menunjukan banyak pelanggaran dalam pembangunan Hotel Amaris, maka hotel 17 tingkat tersebut harus dirobohkan," kata Politisi dari Fraksi Golkar ini.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved