Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Sembilan Fraksi Setuju Raperda Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Jatim

 
15 Agustus 2017

Sembilan Fraksi Setuju Raperda Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Jatim

Sembilan Fraksi di DPRD Prov. Jatim menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur menjadi Perda. Pembahasan Perda ini, merupakan perintah dari peraturan tertinggi, apalagi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18, Tahun 2017 sudah mengatur secara detail. Untuk mendorong fungsi Perda ini, Dewan Jatim mendesak Gubernur Soekarwo segera menetapkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai implementasi dari Peraturan Dearah.

Wakil Ketua DPRD Jatim Tjutjuk Sunario mengatakan, mengawali penyampaian pembahasan Raperda tentang Hak Keuangan dan Adminsitratif Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Jatim telah melakukan serangkaian proses. Sampai akhirnya, proses pematangan raperda menunggu peraturan gubernur. “Proses pembahasan dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak dan laporan hasil kerja pansus,” ujar Tjutjuk.

Namun demikian, Politisi Partai Gerindra ini, mendorong tambahan sejumlah fasilitas Anggota dan Pimpinan Dewan sesuai Amanat Undang-Undang, seharusnya diikuti dengan peningkatan kinerja. “Sudah selayaknya kinerja Anggota Dewan ditingkatkan, sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diamanahkan Undang-undang,” tandas dia.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim Soekarwo saat Rapat Paripurna DPRD Jatim di Gedung DPRD Prov Jatim, mengatakan perkembangan kinerja Pemprov Jatim tahun 2017 dan berbagai asumsi perubahan serta targetnya karena berbagai faktor eksternal.

Penyampaian ini, diberikan saat Agenda Sidang, penyampaian Nota Keuangan Gubernur terhadap raperda tentang Perubahan APBD Prov Jatim Tahun Anggaran 2017. Menurut Pakde Karwo, asumsi makro pada Rancangan APBN Perubahan Tahun 2017 telah menyebabkan perubahan pada target pencapaian kinerja Pemprov Jatim serta kondisi pembiayaan non pemerintah yang terjadi saat ini.

Dijelaskan, dari segi pertumbuhan ekonomi semester I tahun 2017, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,21 persen lebih tinggi dibandingkan Nasional yang tumbuh sebesar 5,01 persen, dengan PDRB Jatim mencapai Rp. 977,29 triliun. Pertumbuhan masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang mencapai lebih dari separuh PDRB Jatim atau sebesar 60,13 persen, sedangkan pembentukan modal tetap bruto sebesar 27,58 persen.

Indeks gini Jatim, lanjutnya, pada bulan Maret 2017,  tercatat sebesar 0,396 atau lebih rendah dibandingkan Jabar sebesar 0,403, DKI Jakarta sebesar 0,413, dan DIY sebesar 0,432. Indeks ini,  juga lebih rendah dibandingkan periode September tahun 2016 yang mencapai 0,402.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode bulan Maret 2016 sampai dengan bulan Maret 2017 terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di Jatim," ujarnya.

Mengenai pemerataan pendapatan versi bank dunia, Pakde Karwo menyampaikan kondisi per bulan Maret 2017, penduduk dengan tingkat pendapatan 40 persen terbawah menikmati hasil kegiatan ekonomi sebesar 17,12 persen. Persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah ini naik dibandingkan dengan kondisi Bulan September 2016 yang sebesar 17,11 persen dan juga lebih tinggi dibandingkan Maret 2016 yang mencapai 17,02 persen.

“Pemerataan pendapatan ini, terkait erat dengan penurunan tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur. Misalnya, selama periode September 2016 sampai dengan Maret 2017, persentase penduduk miskin Jatim mengalami penurunan sebesar 0,08 persen, yaitu 11,85 persen pada September 2016 menjadi 11,77 persen pada Maret 2017,” tandas dia.

Bila dibandingkan jumlah kemiskinan tahun 2016  sampai Maret 2017, Jatim mampu menurunkan jumlah kemiskinan sebesar 4,91 persen. Penurunan selama satu semester tersebut ditunjukkan dengan turunnya jumlah penduduk miskin sebesar 21,52 ribu jiwa yang semula berjumlah 4.638,53 ribu jiwa pada Bulan September 2016 menjadi 4.617 ribu jiwa pada Bulan Maret 2017

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved