Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dewan Minta Pembangunan Infrastruktur Tak Rusak Lahan Produktif

 
12 September 2017

Dewan Minta Pembangunan Infrastruktur Tak Rusak Lahan Produktif

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperhatikan lahan pertanian, jangan sampai tergusur dengan infrastruktur. Mengingat selama ini Jawa Timur yang menjadi salah satu penyumbang beras terbesar di Indonesia.

"Terutama Lamongan atau Gresik sebagai stok pangan di Jatim. Kami berharap lahan pertanian yang sekarang ada tidak tersisih. Beberapa petani khawatir keberadaan tol dan pembangunan infrastruktur mempengaruhi sawah mereka," ujar Firdaus Febrianto, Senin (11/9).

Dia melanjutkan, tergesernya lahan produktif tersebut oleh properti. Gencarnya pembangunan perumahan itu sedikit banyak mengancam kawasan persawahan di Gresik dan Lamongan. Kalau tidak segera diantisipasi sekarang, bisa semakin menggusur lahan persawahan. Padahal peranannya sangat potensial memperbanyak stok pangan. Namun justru yang terjadi semakin menyempit.

"Begitu juga masalah pupuk memang masih jadi hal klasik di Jawa Timur," ungkapnya. Baginya, pupuk setiap kali mendekati musim tanam masih susah dicari. Sehingga membuat harganya mahal. "Jadi ketika musim tanam justru benih dan pupuk mahal dan susah didapat," tuturnya.

Masih menurutnya, masalah pupuk dan benih kalau tidak diantisipasi dengan baik bisa jatuh harga hasil pertanian yang lantas merugikan petani. Ini bisa menyebabkan petani akan malas turun ke sawah. Yang akhirnya berdampak pada ke anak mereka malas mengelola lahan pertanian mereka.

"Kalau anak muda tidak mau turun, kan sayang. Sebagai negara agraris justru anak mudanya tidak mau turun ke sawah. Pastinya, masalah pupuk dan benih ini kami kordinasikan dengan pihak terkait," urainya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jatim lainnya Samwil menuturkan, sebagai Provinsi yang menyumbang stok bahan pokok cukup besar secara nasional. Peranan Provinsi Jatim tentunya sangat vital. "Seperti padi, Jatim itu surplus. Begitu pula dengan lauk ikan bandeng serta laut termasuk penyumbang secara Nasional. Untuk hasil tangkapan laut di Jawa Timur mampu memberikan kontribusi 30 persen dari kepentingan Nasional.

"Ini menurut saya, Pemprov Jatim harus bantu dalam rangka resesnya serta, harus mengarahkan ke pengembangan budidayanya. Contohnya normalisasi sungai yang terhubung dengan tambak. Terus saluran irigasi untuk persawahan," kata Samwil.

Diakuinya, Irigasi di Gresik bukan untuk mendatangkan Air. Melainkan untuk membuang air. Sedangkan airnya diambil dari sumur bor. "Ikan juga paling besar dihasilkan Gresik. Angkanya di Jawa Timur sekitar hampir 40 persen," tandasnya

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved