Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi D Sambut Baik Perpanjangan Penyelesaian Bandara Bawean

 
13 September 2017

Komisi  D Sambut Baik Perpanjangan Penyelesaian Bandara Bawean 

Komisi D DPRD Jatim menyambut baik upaya Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat pembangunan bandara dibeberapa daerah di Jawa Timur Diantaranya Bandara di Madura, Banyuwangi dan Jember. 

"Kami kunjungan Kemenhub beberapa saat lalu terkait Bandara di Madura. Seperti Bawean, Kangean dan Masalembu," ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Hamy Wahyunianto, Rabu (13/9). Untuk Bawean, perlu ada perpanjangan runway. Dari okupansi yang ditarget 80 persen. Tapi kenyataannya kini mencapai 100 persen. 

Dengan adanya perpanjangan landasan tersebut, diharapkan pesawat jenis ATR bisa mendarat di Bawean. Mengingat selama ini hanya pesawat kecil yang berpenumpang belasan orang saja. Padahal itu peminat penerbangan ke kepulauan di Laut Jawa tersebut cukup banyak. 

"Bawean sudah satu visi dengan Kemenhub untuk bisa pesawat jenis ATR dapat mendarat pada 2018. Namun yang masih menjadi ganjalan adalah soal reloksi. Karena perpanjangan itu lewat pemukiman," bebernya. 

Sedangkan untuk Sumenep, Hamy menuturkan, pihaknya ingin bandara di Timur Madura menjadi sekolah pilot. Sehingga anak-anak muda di Jatim tak perlu repot jauh ke luar Jawa Timur.

"Sedangkan untuk Bandara di Banyuwangi dan Jember sudah diteken penandatanganan MoU dengan Angkasa Pura untuk pengembangannya," paparnya. 

Kalau semua Bandara bisa segera terbangun. Maka disparitas antar daerah bisa berkurang. Hanya saja, yang masih mendapat ganjalan adalah pembangunan Bandara antara Tulungagung atau Kediri. Disebutkan Politisi asal PKS itu bahwa keduanya masih dalam kajian terkait keberadaannya dalam zona militer. 

Sementara mengenai pengembangan terminal 3 Bandara Juanda, Hamy menambahkan bahwa itu wewenang Angkasa Pura dan komisi V DPR RI. "Kalau bicara kegunaannya sudah sangat krodit memang untuk terminal 1. Tapi terminal 2 saya rasa belum," ungkapnya.    

Pengamatan Hamy ini bukan tanpa alasan, melihat terminal 2 hanya dihuni beberapa maskapai saja.

Sementara itu, Komisi V DPR RI Gatot Sudjito mengatakan, kosentrasi Pemerintah saat ini memang sedang membangun wilayah Timur Indonesia. Hal ini guna mengurangi disparitas yang terjadi antara wilayah Jawa dengan luar Jawa. Sehingga bisa mengurangi gejolak yang muncul akibat kesenjangan pembangunan tersebut.

"Ada keinginan Pemerintah melakukan pembangunan tol laut maupun kedekatan antara Papua dan Maluku dengan Jawa. Oleh karena itu saya berpandangan bahwa Pemerintah saat ini tidak ingin ada daerah perbtasan yang tampak tidak Indonesia," kata Gatot. \

Meski demikian, dirinya merasa pengembangan Bandara Juanda tetap menjadi agenda untuk segera dibahas oleh pihaknya. Jika nantinya memang dirasa sangat mendesak agar segera dilakukan pembangunan. Efektifitas Juanda ini dirasa penting karena bisa menyambungkan antar pulau di Indonesia. "Tapi kalau sudah terminal 3 mendesak segera dibangun," tandasnya. 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved