Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dewan Jatim Desak Pelaksanaan Perda Perlindungan Petani

 
24 Oktober 2017

Dewan Jatim Desak Pelaksanaan Perda Perlindungan Petani

Salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPRD Provinsi Jawa Timur,  yang berasal dari Komisi B  bidang Perekonomian dan Pertanian Jatim, meminta agar Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Pertani yang sudah di gedok oleh Komisi B Jawa Timur agar segera dilaksanakan.

Menurut Politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Peraturan Daerah itu hingga kni belum ada peraturan yang menyertainya, baik Peraturan Pemerintah dan Peraturan Gubernurnya, sementara dia melihat Nilai Tukar Petani (NTP) mulai tahun 2014 dan tahun 2017 selalu turun. Meskipun pendapatan petani itu bertambah, namun masih saja kerap tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari

Selama ini petani dikejar dengan target Swasembada Pangan, dengan peningkatan produksi petani. Namun sangat disayangkan pemerintah mengabaikan kesejahteraan petani. “untuk kepentingan tersebut regulasi yang sudah dilahirkan oleh Komisi B DPRD Provinsi Jatim, ini agar segera diterapkan.” kata Hj.  Aisyah  Lilia Agustina

Perlindungan dan pemberdayaan petani itu semestinya bisa dilakukan lewat Poktan (Kelompok Tani) dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Lebih lanjut Dirinya menambahkan bahwa Gapoktan yang ada di Kota Batu, dirasa sudah bagus sehingga kesejahteran masyarakat yang ada disana sudah sangat tercukupi. Lanjutnya

Namun juga disisi lain petani-petani yang sudah bergabung dalam Gapoktan dan Kelompok Tani, dia lihat malah masih banyak  yang belum diberdayakan, karena itu ia merasa keberhasilan Kelompok Tani dan Gapoktan di Jawa Timur, perlu supaya disebar luaskan sehingga diera percepatan kemajuan teknologi informasi lewat media sosial ini diharapkan masyarakat petani perlu mempunyai wawasan dan jaringan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan.

Disingguh terkait, komoditas utama hasil pertanian seperti jagung, beras, kedelai, gula di Daerah dapilnya sendiri, ini perlu dapat perhatian. Disamping adanya hasil pertanian yang mempengaruhi inflasi, antara lain cabai dan bawang merah, perlu agar memperoleh perhatian pemerintah, kerena Daerah Pemilihan VIII, ini merupakan penghasil produksi bawang merah.

Keberadaan Bulog juga diharapkan mau membeli dan menampung  hasil Panen Petani seperti Bawang Merah. ”HPP (Harga Pokok Penjualan) dan HET (Harga Eceran Tertinggi) Pertanian  ini juga cenderung membuat dilema, ketika harga tinggi petanikan senang, namun rakyat banyak menjerit dengan mahalnya harga kebutuhan pokok, saat harga terjangkau seperti Garam, Cabai, sempat melonjak maka petani senang.”Katanya

Hal tersebut yang sempat mempengaruhi inflasi di Jawa Timur, oleh sebab itu diminta agar ada kajian khusus sehingga hasil pertanian bahan pokok petani, jangan sampai ada yang dirugikan. Lanjutnya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved