Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pembangunan Infrastruktur Dapil VII perlu di Perjuangkan

 
27 Maret 2013

Suara Indrapura : Perjuangan anggota DPRD Jatim Dra Wulansari Perbawati, AK terhadap masyarakat selama ini tidak diragukan lagi. Perempuan berjilbab asal Ponorogo ini pun tak segan-segan turun ke bawah untuk menyerap aspirasi masyarakat guna diperjuangkan di tingkat provinsi. Keberpihakan pada masyarakat pun ditunjukkan dalam setiap forum pertemuan dengan pihak eksekutif. Bahkan pada rapat di dewan, Wulan banyak menyuarakan aspirasi masyarakat agar diperhatikan eksekutif. “Di antara yang kami perjuangkan adalah nasib para petani yang selama ini tidak dapat perhatian serius pemerintah,” kata Wulansari, kemarin.

Menurut Wulan, selama ini nasib petani masih memprihatinkan, khususnya yang berada di dapil (daerah pemilihan VII) yang meliputi wilayah Pacitan, Ponorogo dan sekitarnya. Keberadaan mereka tidak banyak dapat perhatian pemerintah, padahal jumlah mereka merupakan mayoritas di Jawa Timur. Karena itu, pihaknya terus menyuarakan kepada pemerintah untuk memberikan perhatian, baik berupa pemberian bantuan hibah, kredit lunak, hingga bantuan penyuluhan. Ia mengakui, potensi pertanian di Jatim sebenarnya tidak kalah dengan daerah bahkan negara lain, tapi karena tidak dapat perhatian serius pemertintah dan sentuhan teknologi cukup, akhirnya kehidupan mereka tetap tidak bergerak.

Bukan hanya lahan pertanian, lanjut politisi perempuan dari Partai Hanura, kondisi infrastruktur yang sangat menunjang bagi pengembangan pertanian juga tidak disediakan dengan baik. Tak sedikit dari jalan-jalan desa, bahkan jalan provinsi sekalipun rusak berat tanpa ada perbaikan. Waduk-waduk yang menjadi tumpuhan para petani untuk mengairi lahan pertanian mereka juga tak sedikit yang jebol. Ia lalu mencontohkan waduk kecil (embong) di Desa Jokerto, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

Juga, tambah dia, bendungan di Desa Wilasari, Kecematan Penekan juga ambrol dan tidak ada perhatian hingga kini. Begitu juga dengan jembatan di desa Mojorejo, Jetis, Ponorogo. Pihaknya mendesak pemerintah agar segera memperbaiki jembatan tersebut. Sebab, kondisinya rusak bahkan hampir putus, padahal itu merupakan jembatan penghubung antara Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis dengan Desa Gontor Kecamatan Mlarak. Tentu, lanjut dia, kondisi tersebut sangat membahayakan bagi keselamatan masyarakat bila tidak segera diperbaiki.

Dalam kesempatan itu, ia juga membeber fakta-fakta temuan  di lapangan soal banyaknya jalan rusak yang perlu segera dapat penanganan. Di Ponorogo saja, kata dia, itu ada jalan desa yang panjangnya sekitar 12.000 km, belum termasuk jalan kabupaten yang tercatat sekitar 900 km, dan jalan provinsi. Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan karena rusak berat. “Ini juga perlu diperhatikan, karena keberadaan infrastruktur sangat menunjang bagi pembangunan dan juga peningkatan kesejahteraan rakyat,” tegas dia.

Ia mengaku anggaran untuk infrastruktur memang terbatas, tapi setidaknya perlu ada prioritas, sehingga jalan-jalan tersebut tidak terbiarkan memprihatinkan terus. Ia menyebut jalan alternatif yang menghubungkan Ngawi-Magetan di kecamatan Barat, Magetan juga rusak berat dan berlobang-lobang. “Tak sedikit korban sudah berjatuhan akibat kerusakan jalan itu,” tutur dia.

Begitu juga, lanjut dia, jalan di desa Pomahan-Pesugihan yang merupakan jalan  penghubung kecamatan Pulung dan Ngebel, mengalami kerusakan parah di musim hujan ini. Jalan tersebut tak hanya rusak, tapi juga berlobang sepanjang 100 m dengan kedalaman 15-30 cm. “Padahal, itu merupakan jalan utama. Jalan ini perlu dperbaiki dan diaspal agar tidak merugikan masyarakat,” tegas dia. (Fafa)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved