Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Gubernur dan DPRD Jatim Sepakat KLB Difteri di Jatim

 
11 Desember 2017

Gubernur dan DPRD Jatim Sepakat KLB Difteri di Jatim

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan DPRD Jatim sepakat menetapkan Jawa Timur masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri. Status itu ditetapkan karena warga yang terjangkit difteri di Jawa Timur cukup tinggi.

"Kami bersama Dewan sudah sepakat untuk difteri dijadikan KLB. Karena memang kejadiannya sangat luar biasa," tegas Pakde Karwo, Minggu (10/12).

Dijelaskannya mengatakan, difteri adalah penyakit yang disebabkan pola hidup tidak sehat, sehingga penyakit itu dengan mudah menular. "Jadi karena pola hidup tidak bagus kena difteri langsung menjalar," tambahnya.

Selain menyerang anak-anak, penyakit difteri juga diderita orang dewasa. Kasus itu pernah terjadi di wilayah Situbondo.

"Tidak hanya anak-anak, orang tua di Situbondo pada tahun lalu juga kena. Jadi semua harus waspada jangan sampai tertular," tambahnya.

Soekarwo menyebut, penanganan mendasar harus dilakukan oleh Puskesmas di seluruh Jawa Timur dengan memberikan imunisasi difteri. Agar, anak-anak yang sehat tidak tertular penyakit mematikan itu. Pemprov. Jatim melalui RS Dr Soetomo juga sudah melakukan penelitian untuk mengungkap secara detil penyebaran penyakit difteri dan berbahaya lainnya.

"Seperti RS Dr Soetomo riset perkembangan penyakit itu bagus. Kita juga  intruksikan lewat puskesmas dengan masyarakat," kata Ketua DPD Demokrat Jatim itu.

Diduga, salah satu penyebab menularnya penyakit difteri itu karena faktor bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang sering melanda Jawa Timur.

"Ini tumpukan pada saat bencana. Kita sudah koordinasi terus dan menyediakan anggaran agar segera dibelanjakan untuk penanganan," pungkasnya.

Terpisah, Anggota Komisi E DPRD Jatim, Moch.  Eksan meminta Dinkes Jatim dan Rumah Sakit milik Pemerintah untuk segera mengambil langkah konkrit agar korban meninggal tidak berjatuhan. Mengingat para penderita difteri rata-rata dari masyarakat tidak mampu. Untuk itu perlu adanya tanggap darurat dengan memberikan anggaran rambahan agar Jawa Timur terbebas dari KLB.

"Saya berharap Pemprov. Jatim segera mengeluarkan tanggap darurat agar korban meninggal yang diakibatkan serangan difteri dapat ditekan,"tegas Politikus asal Partai Nasdem.

Sekadar diketahui, difteri merupakan infeksi yang umumnya menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan.

Difteri adalah penyakit yang ditandai dengan panas 38 celsius, disertai adanya selaput tipis keabu-abuan pada tenggorokan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah. Penyakit ini disebabkan bakterium difteri dan bisa menyebabkan kematian jika tidak mendapatkan penanganan segera.

Dari data Dinkes Jatim, 24 dari 318 kasus difteri diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Sedangkan 294 kasus sisanya adalah kebanyakan kasus klinis (Probable) atau belum positif difteri.

“Kebanyakan penyakit tersebut dialami oleh anak-anak yang belum mendapatkan vaksin difteri. Di Jatim, semua kasus terjadi pada usia dibawah 15 tahun,” kata kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso sebelumnya

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved