Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Infrastruktur di Dali IX Jadi Perhatian Serius

 
27 Maret 2013

Suara Indrapura : Minimnya anggaran penyelesaian infrastruktur yang berdampak pada rusaknya beberapa jalan akses dibeberpa wilayah di Jatim memang sangat meresahkan warga. Tak heran setiap melakukan reses, penyelesaian infrastruktur selalu menjadi topik utama dan mendesak untuk mendapatkan perhatian.

Demikian pula yang dilakukan Anggota DPRD Jatim, H. Freddy Purnomo,SH,MH, saat bertemu warga di Desa Margomulyo, Kec Kerek, Kab Tuban. Persoalan infrastruktur menempati urutan pertama dibandingkan dengan pemberdayaan ekonomi, kesehatan dan pendidikan. "Ini karena alokasi anggaran dari APBD Jatim cukup minim. Namun kami di dewan terus berupaya agar anggaran untuk perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama bagi Pemrpov Jatim," tegas politisi asal Golkar Jatim ini.

Hal ini, lanjut Anggota Komisi B DPRD Jatim diperparah dengan kesadaran para pengendara khususnya truk yang memiliki muatan besar melakukan pelanggaran. Karena hal ini justru yang membuat usia jalan dan jembatan semakin terkikis. Dan seharusnya masyarakat harus sadar terkait kondisi ini. Untuk itu perlu di dorong adanya pengawasan yang dilakukan Pemkot/Pemkab terkait dengan mobil besar yang bermuatan tak sewajarnya.

"Karenanya saya mendukung dengan kebijakan Dishub Jatim yang memberikan sanksi berat kepada truk yang bermuatan melebihi batas. Selain Pemkot/Pemkab juga harus mendukung kebijakan ini dengan melakukan pengawasan secara ketat kepada kendaraan besar yang mokong,’’paparnya dengan mimik serius.

Selain jalan, pembangunan pertanian, serta pengairan, pendidikan dan kesehatan menjadi sangat penting di wilayah Tuban-Bojonegoro. "Dana kegiatan reses ini, memang dikonsetrasikan untuk empat sector yang terdiri dari pendidikan, infrastruktur, kesehatan, pertanian. Selama ini, memang kosentrasi dana APBD tersebut lebih banyak untuk pertanian dan infrastruktur,’’ tandas Freddy.

Politisi yang juga mantan Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Jatim ini, menguraikan pengajuan usulan pembangunan dilakukan pengawasan, salah satunya dengan kegiatan reses dewan. "Reses yang dilakukan, untuk mengontrol dan mengaspirasi keperluan masyarakat terkait kebutuhan pembangunan," tandasnya.

Disingung kebutuhan irigasi di wilayah Tuban-Bojonegoro, Fredy Poernomo menandaskan jenis pertanian di kedua kabupaten tersebut didominasi tadah hujan. "Kondisi ini terjadi, karena buruknya infrastruktur irigasi. Dan ini menjadi perhatian serius DPRD Jatim. Mengingat masalah air adalah hal utama jika Jatim ingin meningkatkan perekonomian masyarakat disini," terang dia.

Politisi Partai Golkar ini, mencontohkan  keluhan warga Desa Margomulyo, Kecamatan  Kerek terkait kurang optimalnya penggelolaan lahan, akibat lahan tadah hujan sangat minim.  Untuk itu, Fredy menyampaikan akan menyampaikan keluhan warga Desa Margomulyo tersebut ke pimpinan DPRD Jatim. "Ini diperlukan infrastruktur pertanian yang memadai, sehingga bisa mengenjot produktifitas pertanian. Jika pertanian tetap mengandalkan tadah hujan, maka produktifitas pertanian tidak akan bisa maksimal," urai Fredy.

Kedepan, lanjut Freddy sudah saatnya dibangun sumur bor, waduk hingga mencari sumber mata air selanjutnya dilakukan pipanisasi. Dengan begitu, musim paceklik saat kemarau dapat dihindari. Begitupula dengan banjir, dapat diatasi karena ada tempat-tempat yang siap menampung luapan air yang berasal dari Sungai Bengawan Solo ini. (Fafa)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved