Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

DPRD Berharap Pemerintah Tetap Memperhatikan Kesejahteraan Guru SMA/SMK

 
25 Mei 2018

DPRD Berharap Pemerintah Tetap Memperhatikan Kesejahteraan Guru SMA/SMK

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim untuk tetap memberikan perhatian kesejahteraan kepada Guru Tidak Tetap (GTT) di SMA/SMK yang ada di Jawa Timur.

Anggota DPRD Jatim, Anik Maslachah mengatakan saat reses pihaknya mendapat keluhan dari para Guru SMA/SMK yang ada di Sidoarjo dan Surabaya, seharusnya sejak diambil alih oleh Provinsi harapan para Guru tersebut mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari Kabupaten/Kota. Tapi ini mereka sejak diambil Provinsi tunjangan mereka malah berkurang. "Artinya ini kesenjangan untuk kesejahteraan Guru ini malah mengalami kemunduran,"ujarnya.

Oleh karena itu, Anik politisi asal Fraksi PKB ini berharap kedepannya soal tunjangan dan kesejahteraan para Guru SMA/SMK harus diperbaiki, sehingga kualitas SDM para Guru ini lebih bagus saat berada  atau dipegang oleh Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, pihaknya meminta kepada pemerintah provinsi Jatim untuk memperkuat kembali puspo agro menjadi pusat atau bidang pengembangan agro di Jawa Timur. Yaitu dengan membuka akses pelebaran jalan menuju puspo agro. "kami berharap pemprov Jatim untuk kembali serius untuk membuka akses puspo agro sebagai pusat agro di Jawa Timur,"ujarnya.

Menurutnya, Puspa Agro nantinya tidak hanya berorientasi bisnis melainkan juga pada sosial agar keberadaan Puspa Agro dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Jawa Timur khususnya dalam penjualan hasil pertanian."Kalau Puspa Agro ingin cepat maju, maka jalan akses mulai Kletek hingga ke gerbang Puspa Agro harus dilebarkan. Bahkan saat ini puspo agro jadi anak perusahaan sendiri di bawah JGU seharusnya mampu mengembangkan usahanya,"ujarnya.

Bahkan pihaknya mendorong agar BUMD di Jawa Timur, salah satunya Puspa Agro untuk ikut menguatkan tata niaga tebu di Jatim dengan membentuk unit usaha untuk menangani tebu di Jatim.  "Itu salah satu yang memungkinkan. Karena koor bisnis JGU kan di bidang agro, jadi tidak adalah salahnya dikelola, tetapi harus ada kajian," katanya.

Anik menilai penetapan pabrik gula di Jawa Timur membuat nasib petani tebu tidak menentu. Mengingat tebu yang dihasilkan tidak bisa diserap, sehingga para petani merugi.

"Tahun kemarin penutupan dua titik di Sidoarjo berpengaruh pada petani tebu. Mau nggak mau ketika tutup dia tidak punya usaha lain dan berpengaruh pada pengangguran," katanya.

Dia mengatakan, selain banyaknya pabrik yang tutup, para petani juga sangat dirugikan dengan kondisi pabrik yang tua. Pasalnya, rendemen tebu yang dihasilkan rendah, sehingga akan merugikan petani.

"Pabrik gula yang tua mempengaruhi rendemen dan berpengaruh pada lesunya petani ketika rendemen rendah," tambahnya.

Anik mengatakan, Jawa Timur adalah wilayah berbasis pertanian. Salah satu komoditi Jatim yang menyuplai nasional salah satunya adalah gula. Anik meminta agar ada perbaikan tata niaga gula di Jawa Timur, agar nasib petani bisa lebih baik.  "Intinya adalah memperbaiki tata niaga gula. Bisa membeli mesin baru dan memperbaiki regulasi," tegasnya

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved