Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Bantuan Madin dan Pembangunan Waduk di Wilayah DAPIL VII

 
26 Maret 2013

Suara Indrapura : Tingkat kesejahteraan yang rendah masyarakat Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan sekitarnya mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Jatim, Suli Da’im, S.Pd, MM. Tak heran bila masa reses, politisi asal PAN ini terus blusukan ke daerah-daerah tersebut untuk menemui konstituennya dalam menyerap aspirasi di bawah. Dari hasil blusukan tersebut, Wakil Ketua DPW PAN Jatim ini mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat setempat, padahal rata-rata lahan mereka sangat subur dan menjanjikan.“Trenggelak misalnya, banyak masyarakat memiliki perkebunan luas yang punya potensi untuk dikembangkan menjadi potensi unggulan daerah,” tutur Suli Da’im, kemarin.

Apalagi, lanjut anggota dewan yang berangkat dari daerah pemilihan (dapil) VII ini, perkebunan-perkebunan seperti mangga, alpukat, blimbing, dan manggis sudah banyak bertebaran di sana. Di daerah yang merupakan wilayah hutan tersebut, juga tumbuh subur sejumlah pohon seperti sengon, akasia, mahoni, jati dan sebagainya. “Tapi, jaminan berkah kesuburan alam tersebut ternyata belum mampu mensejahterakan penduduk,” tutur Suli Da’im.

Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera memberikan perhatiuan serius terhadap kondisi masyarakat di sana. Termasuk masalah sengketa lahan antara masyarakat dengan Perhutani yang kini belum juga terselesaikan. Pihak masyarakat menuntut agar lahan seluas 146 hektar yang diklaim milik Perhutani dikembalikan pada masyarakat.Masyarakat menuntut karena lahan tersebut dulunya adalah milik mereka, yang dipinjam oleh rezim penjajah, tapi setelah Indonesia merdeka, diklaim Perhutani. “Kami telah merekomendasikan pada Gubernur untuk segera melakukan penelusuran sejarah kepemilikan tanah itu, untuk mencegah rusuh sosial,” ujar dia.

Selain di daerah Trenggalek, ia juga mendatangi sejumlah daerah lainnya di dapil VII, termasuk Ngawi.Di daerah tersebut, pihaknya mendapati keluhan masyarakat terkait pembangunan saluran irigasi. Dikatakan, masyarakat mengeluhkan kurangnya pembangunan Irigasi di sana sehingga mengakibatkan panen sering gagal mengingat kurangnya debit air. “Masyarakat menginginkan adanya pembangunan waduk. Dan aspirasi masyarakat ini telah kami sampaikan ke Pemprov Jatim,” tutur dia.

Ia juga mengaku prihatin dengan sikap pemerintah yang terlihat acuh terhadap keberadaan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama. Ia lalu menunjuk sejumlah sekolah di Ngawi dan di Ponorogo. Sekolah-sekolah tersebut khususnya madrasah diniyah (madin), kata dia, hampir tidak dapat perhatian sama sekali dari pemerintah provinsi Jatim. Di antara sekolah dan madin yang dicontohkan adalah di Desa Tempurejo, Walikukun, Kabupaten Ngawi. “Mestinya pemerintah memberikan perhatian yang sama dengan memberikan bantuan pada sekolah dan madin di sana,” kata dia.
(Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved