Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Kelangkaan Solar, Komisi D Tuding Permainkan Spekulan

 
24 April 2013

Suara Indrapura : Keterpurukan kebutuhan rakyat di Jatim mulai masalah daging, bawang putih dan kebutuhan lainnya tidak lepas dari ulah spekulan. Termasuk terjadinya  kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di 38 Kab/kota di Jatim  diduga karena tindakan nakal dari para spekulan setelah munculnya rencana pengurangan subsidi BBM jenis solar.

Anggota Komisi DPRD Jatim Agus Maimun,  mengatakan bahwa saat ini sudah ada indikasi kuat permainan para spekulan dari berbagai daerah. Buktinya, lanjut Agus, PT Pertamina sendiri sebenarnya tidak mengurangi pasokan solar, namun di lapangan terjadi kelangkaan.

"Permainan spekulan ini tak lepas karena adanya rencana pengurangan subsidi," urai Agus Maimun.

Pantauan dilapangan di beberapa SPBU persediaan solar kosong. Ini terlihat dari tulisan “maaf solar habis” yang dipasang petugas SPBU. Kelangkaan solar ini terjadi hampir semua SPBU di sepanjang Jalan  Lamongan, Gresik hingga Surabaya.

Akibat kelangkaan solar ini menyebabkan beberapa truk kontainer di Jalan Osowilangun berhenti di pinggir jalan. Mereka berjajar menunggu pengisian solar. Padahal di SPBU tersebut sudah bertuliskan “Maaf solar habis,”.

Lanjut Agus Maimun, munculnya disparitas antara solar subsidi dan tidak bersubsidi itu yang menyebabkan para spekulan berani bermain main. "Maka dari itu, kami berfikir sebaiknya perbedaan antara BBM bersubsidi dengan yang tidak bersubsidi itu tidak terlalu jauh,” tandasnya.

Politisi asal Tuban ini mengatakan bahwa Komisi D tidak melakukan reaksi keras pada kelangkaan solar, sebab semua ini berpangkal dari subsidi. Dia menilai, selama ini subsidi BBM selalu mengakibatkan kegaduhan di dalam negeri. Karena subsidi BBM tidak menyelesaikan masalah secara subtantif.

“Seharusnya pengurangan subsidi itu dilakukan setelah semua infrastrktur distribusi BBMnya sudah baik, sehingga semua distribusi bisa berjalan dengan lancar. Tidak seperti saat ini, yang terjadi hanya permainan para spekulan saja,” tegasnya.

Agus mengatakan, Komisi D akan berusaha menelaah masalah ini, diantaranya berusaha mengurai akar permasalahan sehingga bisa diketahui dengan jelas dan tuntas. Prinsipnya, jangan sampai menganggu proses distribusi di Jatim. Agus juga mengatakan akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti PT Pertamina, Dinas ESDM Provinsi Jatim dan lainnya. (fajar)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved