Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Stok Sapi Betina Produktif Mulai Menipis, Komisi B Revisi Perda 6/2012

 
09 Juli 2018

Stok Sapi Betina Produktif Mulai Menipis, Komisi B Revisi Perda 6/2012

Menjelang perayaan Idul Adha (qurban) stok sapi menipis. Mengingat banyak sapi betina produktif yang dipotong sehingga populasinya tidak berkembang. Maka agar tidak menjadi macan kertas, Komisi B DPRD Jatim merevisi Perda 6/2012. Komisi akan memasukkan draf tambahan agar pelaksanaan pelarangan pemotongan sapi betina produktif benar-benar terlaksana. 

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Suhartono mengatakan, pihaknya menyayangkan masih banyaknya sapi betina produktif yang dipotong. Padahal Provinsi Jawa Timur sudah memiliki Perda Nomer 6 tahun 2012 tentang Pembatasan atau Pelarangan Pemotongan Sapi Betina Produktif. Padahal dengan adanya perda tersebut diharapkan agar masyarakat tidak sembarangan memotong sapi betina.

"Sapi betina produktif batasannya punya anak 5-6 kali, tidak pernah dikontrol. Padahal kalau sapi lokal bisa punya anak hingga 11-12 kali," kata Suhartono, di Surabaya, Senin (9/7/2018).

Suhartono menduga masih adanya pemotongan sapi betina karena ada penyembelihan secara sembunyi- sembunyi. Bahkan terkadang- kadang terjadi kucing-kucingan antara pemotong, penjual daging di pasaran dengan pihak keamanan.

"Disinyalir ada penyembelihan di luar RPH (Rumah Pemotongan Hewan), karena harganya lebih murah. Masyarakat tidak melihat betina atau jantan, yang penting murah," ungkapnya.

Suhartono menegaskan, memang sangat dilema untuk persoalan sapi betina. Sapi betina  produktif harus dijaga stoknya. Disisi lain masyarakat terkadang butuh uang, sehingga tak peduli jantang atau betina dijual.

Begitu juga halnya pembeli tidak melihat jantan atau betina, karena butuh daging. Apalagi harga sapi betina lebih murah, dan penjualnya tidak tau aturan.

Politisi asal PKS itu menyebut bahwa stok sapi di Jatim tahun 2016 mencapai 4 juta ekor. Jumlah itu tidak seimbang dengan tingginya kebutuhan akan daging sapi. Apalagi permintaan tingkat nasional akan kebutuhan daging yang jumlahnya jutaan ton. 

"Provinsi DKI Jakarta yang butuh banyak yaitu 30 persen kebutuhan daging yang harus dipenuhi Jatim," ujar pengusaha telur asin tersebut.

Untuk mencukupi kebutuhan qurban dan antisipasi kelangkaan di Jatim, pemerintah pusat impor 1900 ekor sapi. Impor tersebut dari Negara Meksiko, Australia, dan Amerika Serikat. 

"Pas kita mendatangi Kemeterian Pertanian, di berbagai daerah tidak ada penampungan. Maka di Jatim jadi penampungan stok," paparnya

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved