Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Atasi Kemiskinan, Pemprov. Jatim Gelontor Rp. 160 M untuk Bantuan Raskin

 
30 Juli 2018

Atasi Kemiskinan, Pemprov. Jatim Gelontor Rp. 160 M untuk Bantuan Raskin

DPRD Jatim menyetujui pengajuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur  untuk meningkatkan program bantuan beras di Jawa Timur.  Bersama Pemrov Jatim sepakat untuk mengeluarkan kas daerah sebesar Rp 43,1 milliar guna kebutuhan beras bersubsidi. Perubahan anggaran ini sebagai upaya dalam menekan kemiskinan di Jawa Timur.

Gubernur Jatim, Soekarwo menjelaskan, penggunaan dana kas daerah dipakai untuk menambah pembiayaan beras sejahtera yang digelontorkan Bulog. Yang mana, kebutuhan pangan termasuk beras dinilai sebagai salah satu faktor pemicu kemiskinan di Jawa Timur. Sehingga, keputusan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat miskin. 

"23 persen kemiskinan itu karena beras. Maka kemudian dari bulan September diketemukan keparahan dan kedalaman kemiskinan kita naik,"  ujar Pakde Karwo, Minggu (29/7).

Berdasarkan penjelasannya, masyarakat near poor (rentan miskin) kini berpotensi turun ke predikat poor (miskin). Sementara yang poor turun ke very poor (sangat miskin. "Kedalaman kemiskinan inilah yang harus diangkat,” ujar gubernur Jatim dua periode ini.       

Cara ini, dinilai solusi tepat menahan parahnya tingkat kemiskinan Jatim. Mengingat Bulog telah memutuskan menurunkan dari 15 kg menjadi 10 kg dalam penyalurannya. Belum lagi distribusinya yang tidak tepat waktu semakin menyulitkan masyarakat miskin.

"Maka dari itu kami inisiatif sesuai dengan visi dan misi, bahwa khusus kepada orang miskin jadi prioritas. Dalam (penyaluran) 10 kg beras itu belum menyelesaikan masalah. Maka ditambahlah 20 kg plus 10 kg,” ungkapnya.

Untuk  melaksanakan program ini, Pemrov telah mengalokasikan total dana senilai Rp160 milliar. Sementara anggaran dari APBD murni 2019 sebesar Rp 80 milliar. Sisanya, pemprov menggunakan skema Rp 36 milliar dari biaya tak terduga dan sebesar Rp 43 milliar diambilkan dari kas daerah lewat Pengubahan Alokasi Keuangan (PAK).

Saat ini, bantuan beras tersebut sudah di Bulog, dan siap dibagi dengan  masing-masing penerima akan memperoleh 20 kg. "Saat ini belum keluar. Mungkin masih ada rapat-rapat lagi,” tuturnya.

Pakde Karwo menambahkan bahwa kedalaman kemiskinan di Jatim terus bertambah meski angkanya mengalami penurunan.  Oleh karenanya, skema tambahan pembiayaan beras murah ini diharapkan mampu mengangkat dari sangat miskin ke miskin. Sehingga kenaikan tarif dasar listrik dan BBM tidak semakin menurunkan tingkat kemiskinan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim Kusnadi saat memimpin sidang paripurna mengungkapkan bahwa keseluruhan fraksi menyetujui pembiayaan ini. Hanya saja beberapa memberikan catatan agar hati-hati dalam penggunaan anggaran. Jangan sampai penggunaan kas nantinya menjadi catatan hokum.

“Setuju secara aklamasi. Telah kita setujui secara bersama-sama penggunaan kas daerah,” kata Kusnadi yang  berasal dari fraksi PDIP Perjuangan ini

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved