Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi E Minta Pemerintah Perhatikan Gaji Madin dan Bantuan Infrastruktur Gedung Madin Secara Merata

 
16 Oktober 2018

Komisi E Minta Pemerintah Perhatikan  Gaji Madin dan Bantuan Infrastruktur Gedung Madin Secara Merata

Nasib gaji para guru Madrasah Diniyah (Madin) saat ini masih jauh dari kebutuhan hidup layak sehingga ini perlu perhatian serius dari pemerintah. 

H. Gunawan salah satu seratus wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Jatim merasa terenyuh hati kecilnya melihat fakta dilapangan terkait para gaji guru madin.  Karena menurutnya peran serta guru Madin dalam membentuk anak kita untuk manjadi anak yang sholeh dan beriman sangat besar sekali. 

"Saya selalu berjuang menyuarakan nasib para guru madin sampai nasib mereka benar benar terjamin sesuai kebutuhan yang layak, karena guru agama abak kita bisa mengerti tentang, " ucapnya saat di temui di ruang kerjanya , Selasa (16 /10).

Hingga kini Politisi asal PDI Perjuangan ini masih melihat  nasib para guru yang mengajar di pesantren-pesantren baik di tingkat Madrasah Diniyah ( Madin)  maupun Madrasah Ibtididaiyah ( MI) belum mendapat perhatian yang intensif dari pemerintah sehingga kebutuhan kesejahteraan mereka yang kita kitahui selama ini gajinya sangat minim sekali. 

"Coba bayangkan hingga kini gaji yang di terima para guru Madin berkisar hanya 300 ribu saja. Mana cukup itu kebutuhan hidup, " tandasnya. 

Untuk persoalan infrastruktur , masih terang Gunawan,  perlu bantuan dari pemerintah karena saat masih banyak gedung Madin yang masih kurang layak untuk di tempati. 

Selain itu ditambahkan Gunawan bahwa persoalan perda masalah rendemen tebu yang yang 10 persen itu bisa diterapkan di jawa timur sehingga petani tebu di jatim bisa menikmati hasilnya secara maksimal. 

"Selama ini petani tebu belum bisa mendapatkan apa yang menjadi keinginannnya karena rendemennya masih berada di kisaran 6 hingga 7 persen dan ini sangat memprihatinkan, " pungkas pria yang mengaku kelahiran kota Malang ini.  

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved