Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi B Kawal Paguyuban Pedagang Sapi, Buntut Jabar dan DKI Minta 223.252 ekor Sapi

 
22 Maret 2013

Suara Indrapura : Belum selesai kasus kelangkaan bawang putih di Jatim, kini muncul kembali keresahan pelaku usaha rakyat Jawa Timur terkait permintaan hewan ternak sapi dari Jawa Barat dan DKI Jakarta yang mencapai 223.252 ekor. Permintaan dari dua provinsi tersebut membuat paguyuban pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur kebakaran jengot. Karena tingginya permintaan hewan ternak tersebut, dikhawatirkan memicu kelangkaan daging sapi untuk kebutuhan masyarakat di pasaran Jawa Timur.

Keresahan Paguyupan Pedagang Sapi dan Daging Segar ini, direspon cepat Komisi B DPRD Jawa Timur, agar kekhawatiran kelangkaan stok daging tidak terjadi. Anggota Komisi B, Anna Lutfie mengaku mendukung sikap Pedagang Sapi dan Daging Segar untuk mendesak agar Pemprov Jatim berani menolak permintaan pemerintah DKI Jakarta dan Jabar.

Anna Lutfie menegaskan, Komisi yang membidangi masalah perekonomian di Jatim ini, siap menindak lanjuti pengaduan pedagang sapi dan daging segar yang mengadu keresahan mereka ke DPRD Jatim. “Untuk itu, Komisi B bersiap melakukan validasi terkait jumlah sapi di Jatim. Upaya ini, mendata secara kongkrit sebenarnya berapa banyak sapi yang berada diwilayah Jawa Timur,” terang Anna Lutfie.

Terkait permintaan kebutuhan ternak sapi bagi Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat, politisi asal Fraksi PAN DPRD Jatim ini, menegaskan Komisi B akan mempelajari secara detai. Sehingga, kebutuhan hewan ternak tersebut tidak menganggu kebutuhan stok daging sapi untuk Jawa Timur.

Disampaikan Anna Lutfie, setiap tahunnya di Jatim membutuhakan lima ribu ekor sapi, jika nanti permintaan dua pemprov di setujui setidaknya tidak boleh menimbulkan gejolak harga. “Untuk itu, kebijakan itu nantinya jangan merugikan peternak dan pedagang daging sapi di Jatim,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Paguyuban pedagang sapi dan daging segar Jawa Timur, Muthowif menjelaskan bahwa ada permintaan sapi dari Jawa Barat dan permintaan dari DKI Jakarta akan mengancam stok sapi di Jatim. Apalagi, saat ini, masih ditemukan penyembelihan sapi betina produktif di beberapa RPH (Rumah Potong Hewan). Untuk itu, pedagang daging sapi meminta agar Gubernur Jawa Timur menolak permintaan tersebut. “Gubernur Jatim harus berani menolak permintaan Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat itu,” Kata Muthowif mengawali hearing dengan komisi B DPRD Jatim, Kamis (21/03).

Dikatakan Munthowif, saat ini Jawa Timur kekurangan daging sapi. Apalagi, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa jumlah sapi di Jatim masih lebih dengan jumlah sapi 4.727.298 ekor. Namun kenyataanya, kebutuhan daging di Jatim masih jauh dari kurang.

Amannya data BPS, karena lembaga emerintah tersebut ternyata  tidak melakukan pemilahan jenis sapi. “Apakah itu sapi bibit, sapi potong atau sapi perah, tidak ada pemilihan,” sesalnya.

Sedangkan terkait pemotongan sapi betina produktif, Muthowif menjelaskan  bahwa 60/70 persen betina produktif masih di potong. Padahal di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sudah di sosialisasikan terkait larangan untuk menyebelih sapi betina produktif. “silahkan di cek di RPH, nanti malam pasti ada sapi betina produktif yang disembelih,” tegasnya. (fajar)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved