Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pengesahan APBD Jatim 2019 Molor Diperkirakan Pada 28 November 2018

 
02 November 2018

Pengesahan APBD Jatim 2019 Molor Diperkirakan Pada 28 November 2018

Pengesahan APBD Jawa Timur tahun anggaran 2019 dipastikan molor dimana biasanya disahkan pada 10 November kini menjadi 28 November 2018. Hal ini diakibatkan DPRD Jawa Timur menunggu pengesahan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal untuk Bank Umum Syariah (BUS).

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Irwan Setiawan mengatakan, Raperda Penyertaan Modal BUS baru diajukan dan penjelasannya pada 5 November, sehingga pengesahan APBD mundur menjadi 28 November. 

"Memang biasanya 10 November akhirnya tertunda 28 November," kata Irwan, di Surabaya, Jumat (2/11).

Irwan mengaku Spin off Unit Usaha Syariah Bank Jatim sudah lama dirilis oleh jajaran direksi BUMD milik Pemprov Jatim tersebut sejak 2016. Direksi Bank Jatim berjanji tahun 2017 spin off sudah bisa dilakukan.Namun janji itu gagal terealisasi hingga sekarang. Mengingat Pemprov dan DPRD mengharuskan pendirian BUS berbentuk BUMD, sehingga harus pisah dari Bank Jatim.

"Pemprov dan DPRD minta jadi BUMD, bukan anak perusahaan," ungkapnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mensyaratkan untuk menjadi BUMD, Bank Umum Syariah itu memiliki modal minimal Rp 1triliun. Sementara saat ini penyertaan modal untuk BUS baru Rp 500 miliar. Namum dalam perkembangannya, OJK memberi alternatif bahwa untuk menuju Bank Umum Kegiatan Usaha  (BUKU) II, penyertaan modal bisa secara bertahap.

"Modal Rp 1 triliun itu  tidak bisa dipenuhi secara langsung. Ini memang awalnya alot karena Katim tidak mampu. Akhirnya OJK punya jalan keluar kekurangan Rp 500 bisa dilakukan secara bertahap," paparnya.

Politisi asal PKS itu menegaskan, sebagai bentuk good will dari Pemprov Jatim pada 2019 akan dianggarkan lagi Rp 200 miliar sebagai tahap awal, sehingga total penyertaan modal Rp 700 miliar. Meskipun hanya mempunyai modal Rp 700 miliar BUS sudah bisa berdiri. Hanya saja operasional BUS tidak dapat sempurna, seperti halnya bank pada umumnya

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved