Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

DPRD Desak Pemprov Jatim Bentuk Lembaga Khusus Tangani Percepatan Pembangunan Madura

 
06 November 2018

DPRD Desak Pemprov Jatim Bentuk Lembaga Khusus Tangani Percepatan Pembangunan Madura

Guna mempercepat pembangunan di wilayah Madura pasca pengratisan Tol jembatan Surabaya - Madura (Suramadu). DPRD Jatim meminta dan berharap Pemprov Jatim membuat lembaga khusus yang tugasnya Membuat strategi khusus untuk menjadikan Madura bisa segera terangkat perekonomian dan kesejahteraannya. Hal ini sampaikan oleh Anggota Komisi D DPRD Jatim, Aliyadi ditemui di DPRD Jatim, Selasa (6/11).

Aliyadi yang juga Politisi asal Daerah Pemilih (Dapil) Madura ini menegaskan, lembaga ini bisa berisi para bupati di Madura dan Pemprov Jatim, merumuskan bagaimana membangun Madura. "Bukan lagi bersifat antar kabupaten tapi pada tataran Pemprov Jatim. Dengan dibentuk oleh Pemprov Jatim, upaya memajukan Madura menjadi efektif sebab ditangani orang Jatim yang lebih paham detil Madura seperti apa,"tegasnya.

Selama ini, pembangunan kawasan Suramadu ditangani oleh BPWS - Badan Pembangunan Wilayah Suramadu yang dinilai gagal total dan tidak jelas apa yang sudah dilakukan.  Menurut Aliyadi Politisi asal Fraksi PKB DPRD Jatim ini, dana yang dikucurkan sudah mencapai ratusan Milyar bahkan bisa jadi menyentuh angka Triliun. " Makanya saya cukup lama berteriak teriak agar BPWS dibubarkan saja anggaran miliaran rupiah tapi kinerjanya gak jelas, untuk apa, dan apa yang dikerjakan. Maka bubarkan saja," kata Alyadi.

Namun Aliyadi mengakui selain persoalan infrastruktur, Madura mengalami banyak sekali kendala untuk segera mengungkit perekonomian di Madura. salah satunya adalah SDM, karena tidak semua masyarakat siap menerima

masuknya investor khususnya asing di Madura.

"Masih ada sebagian yang belum bisa menerima investor terutama asing karena takut kultur dan budaya Madura yang sangat kuat dengan nilai nilai Agamis akan terkikis dan terganggu," ungkap Alyadi.

Soal SDM ini juga menjadi Masalah tersendiri karena hal hal penting yang butuh di bangun di Madura, sering menjadi ketakutan , sehingga menimbulkan penolakan. "Ia mencontohkan soal Listrik misalnya, Madura itu kan butuh listrik, maka muncullah rencana pembangunan Pembangkit listrik tenaga Nuklir, tapi mereka karena takut trus terjadi seperti kejadin di Jepang , Soviet, dan tempat lainnya, mereka menolak rencana itu," katanya.

Karena itu, Alyadi berharap semua stake holder, pejabat, ulama, kyai, dan tokoh masyarakat bersama memberi pemahaman kepada masyarakat Madura agar bisa memahami kebutuhan untuk kemajuan Madura, "Ini demi kemajuan Madura, agar bisa sejajar dengan wilayah lain di Jatim," pungkasnya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved