Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Bambang DH Ingatkqn Gorong-Gorong Belanda Bisa Jadi Penyebab Banjir

 
19 November 2018

Bambang DH Ingatkqn Gorong-Gorong Belanda Bisa Jadi Penyebab Banjir

Memasuki musim hujan, banjir menjadi ancaman bagi warga Surabaya. Namun, problem utama adalah gorong-gorong peninggalan Belanda untuk mencegah terjadinya banjir di Surabaya.

Mantan Walikota Surabaya, Bambang DH mengatakan, mulai dirinya menjabat Walikota hingga sekarang gorong-gorong peninggalan Belanda ini masih aktif. Gorong-gorong ini mulai jalan Darmo sampak Blauran tingginya 1,5 meter.

"Gorong-gorong ini tingginya hampir sama orang. Sekarang hujan deras 2 jam Surabaya tidak banjir. Kalau tidak tersumbat," ujar pria yang kini menjadi Anggota DPRD Jatim, saat menerima aspirasi masyarakat di jalan Embong Blimbing, Surabaya.

Bambang DH mengaku Surabaya pernah mengalami banjir besar saat hujan deras. Rumah warga terendam air sehingga menghambat untuk beraktifitas. Esok harinya, dirinya bersama staf Pemkot Surabaya berkeliling untuk mencari penyebab banjir, dan ternyata disebabkan saluran gorong-gorong mampet karena gajih yang telah mengkristal.

"Gorong-gorong ternyata tersumbat gajih yang dibuang masyarakat, baik itu lemak dari soto, rawon yang sudah lama mengendap dan menjadi kristal besar.Ternyata gorong - gorong Belanda penyebabnya," laparnya.

Ketua Bappilu DPP PDIP itu mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan, terutama di saluran air. Mengingat Surabaya diserang oleh tiga sungai dari Porong dan Mojokerto. Yakni sungai dari Watudakon, Kali Tengah, dan Kali Mati. Kondisi tersebut belum diperparah lagi adanya serangan dari Sungai Brantas.

"Kita selalu koordinasi dengan Jasa Tirta Malang. Biasanya kontak, karena Malang Raya jadi sumber air ketika hujan. Kemudian banjir sampai Blitar jam sekian, sampai Mojokerto jam sekian, sampai Tulungaggung jam sekian," terangnya

Anggota Komisi A DPRD Jatim itu mengungkapkan bahwa banyak masyarakat dari luar Surabaya yang menganggap banyak keanehan. Mengingat saat hujan kondisi sungai di Surabaya masih kering. Pemkot Surabaya langsunh menyedot air  menggunakan pompa ketika air mulai naik ke permukaan. "Orang heran musim hujan kok sungai tidak ada airnya. Kan sangat rendah

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved