Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

FFraksi Nasdem Hanura Soroti Kemiskinan Dalam LKPJ Gubernur

 
26 Desember 2018

Fraksi Nasdem Hanura Soroti Kemiskinan Dalam LKPJ Gubernur

Fraksi Nasdem Hanura menyoroti kinerja yang telah dilakukan oleh Gubernur Soekarwo selama memimpin Jawa Timur karena menjadi problem serius. Diantaranya kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, pemerataan, keterbelakangan, ketidakmerataan dan ketimpangan sosial. Hal itu terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Gubernur Jatim periode 2014-2018.

"Yang masih menjadi persoalan masyarakat Jawa Timur sampai hari ini, kami menilai selama dua periode masa pemerintahan menjadi Gubernur Jawa Timur, seharusnya problem-problem tersebut sudah tidak ada lagi," ujar Ketua Fraksi Nasdem Hanura, Muzammil Syafi'i, di DPRD Jatim, Rabu (26/12).

Muzammil menilai untuk kejujuran, integritas, tanggungjawab dan keterbukaan sudah menjadi ruh bagi LKPJ-AMI Gubernur tahun 2014 -2018, sehingga narasi yang disampaikan tidak hanya berhenti pada permainan angka- angka. Melainkan juga fakta kesejahteraan dan keadilan sosial yang sesungguhnya sebagai jantung dari kekuasaan. Untuk itu tentu pihaknya mengapresiasi apa yang telah dikerjakan oleh Gubernur Jawa Timur selama periode masa pemerintahan. 

"Kami percaya komitmen, kesungguhan, integritas yang dimiliki oleh gubernur mampu membimbing pemerintah dalam menjalankan amanah masyarakat Jawa Timur. Berpuluh penghargaan yang diterima oleh Gubernur memberikan pengakuan akan kerja tersebut bukti," ungkapnya.

Berdasarkan data BPS Pusat dan Provinsi, seperti yang telah dilaporkan oleh Pansus, bahwa sebanyak 17 persen penduduk miskin Indonesia berada di Jawa Timur. Selain persoalan kemiskinan dan pengangguran, persoalan krusial lain yang tercecer dari Gubernur Jawa Timur selama periode kepemimpinanya adalah permasalahan kesenjangan dan disparitas pembangunan kesejahteraan. Meskipun selama 5 (lima) tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Jawa Timur selalu di atasrata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Namun hal tersebut belum mampu dinikmati secara merata oleh semua masyarakat.

Hal itu terlihat dengan masih terpuruknya masyarakat marjinal yang ada di Jawa Timur, petani, buruh, kaum miskin (kota, desa), dan nelayan yang selalu berada pada pihak yang kalah dalam kompetisi sosial. Akibatnya mereka selalu berada dalam keterbelakangan ditinggal jauh oleh mereka yang memiliki akses politik dan ekonomi, pemodal dan kelas menengah lainya.

"Selain itu pembangunan infrastruktur yang tidak merata juga menjadikan ketimpangan sosial di Jawa Timur semakin nyata. Beberapa daerah terpencil seperti daerah kepulaun yang ada di Madura adalah contoh nyata betapa pembangunar infrastuktur tidak menyentuh mereka. Akibatnya masyarakat terpencil dan kepulauan selalu hilang di telan oleh janji kesejahteraan pemerintah Ketimpangan yang begitu nyata menjadikan wajah Jawa Timur penuh dengan paradoks," tuturnya.

Fraksi Nasdem Hanura mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada periode 2014 2018 yang naik rata rata di atas 5 persen tidak berarti apa-apa jika kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan sosial masih manampar wajah masyarakat Jawa Timur.

"Sebuah pemerintah dikatakan berhasil bukan saja tercermin pada pemerintah mampu manancapkan angka-angka pertumbuhan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pemerintah mampu menghilangkan fakta kemiskinan yang ada pada masyarakat. Karena memang kemiskinan sesungguhnya problem kemamusian yang paling mendasar karena menyangkut harkat dan martabat manusia secara langsung," tambahnya.

Pemerintah Jawa Timur harus strategi kebudayaan  yang tepat dalam mengentaskan kemiskan dan menghilangkan disparitas sosial. Strategi kebudayaan ini adalah desain yang holistik, sophistacated dan sistematis dan menyeluruh

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved