Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

APBD Jatim 2019 Mencapai Angka Rp 33,4 Triliun

 
01 Desember 2018

APBD Jatim 2019 Mencapai Angka  Rp 33,4 Triliun

DPRD Jawa Timur resmi menuntaskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2019 menjadi sebuah Peraturan Daerah. Hal itu setelah sembilan fraksi di DPRD Jawa Timur menyetujui dalam yang dituangkan dalam Laporan Pendapat Akhir R-APBD Jatim 2019.

Komposisi APBD Jatim 2019 yang dibahas kemarin terdiri dari Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah serta Pembiayaan Netto. Untuk Pendapatan Daerah pada disepakati sebesar Rp. 31,819 triliun yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Kemudian untuk Belanja Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2019 diputuskan Rp. 33,411 triliun yang akan dipergunakan untuk Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Melihat perangkaan Pendapatan Daerah dengan Belanja Daerah, maka terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 1,592 trilliun lebih yang akan ditutup dari Pembiayaan Netto. Tema RKPD Tahun 2019 yaitu “Pembangunan Sumber Daya Manusia Jawa Timur Sebagai Pengungkit Pertumbuhan Inklusi”, yang sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019 yaitu “Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas”. Sedangkan prioritas dan fokus RKPD Tahun 2019 diarahkan pada : Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan penanggulangan kemiskinan. Pemerataan Pembangunan Antar Wilayah Melalui Pengembangan Infrastruktur Ekonomi dan Teknologi Informasi Untuk Menumbuhkan Pusat-Pusat Pertumbuhan.

Juru Bicara Fraksi PAN, Suli Da’im memberikan apresiasi mengenai alokasi dana pendidikan yang jauh melebihi ketentuan prioritas 20 persen. Pada Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur tentang APBD Tahun Anggaran 2019 anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp11,113 triliun atau 35,75 persen dari total Belanja Daerah.

Hal ini diharapkan dapat mengubah data mengenai pengangguran menunjukkan bahwa angka terbanyak adalah berasal dari lulusan SMK. Di akhir tahun 2017 angka pengangguran menunjukkan sebesar 7,04 juta orang, dimana hampir 12 persen adalah dari lulusan SMK. Dengan kondisi semacam ini, maka tantangannya bagi stakeholder pendidikan, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang sangat gencar dan masif mendorong pengembangan SMK adalah tidak sekedar mutu dan kompetensi melainkan pula relevansi dengan teknologi. “Untuk itu sistem dan kurikulum dengan mengedepankan “learning culture” alias semangat belajar harus ditumbuhkan agar lulusan-lulusan pendidikan formal akan adaptif dan inovatif dengan perubahan,” terang Suli Da’im, Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Jatim usai membacakan Pendapat Akhir Fraksi, dalam Sidang Paripurna, Sabtu  (1/12/2018).

Peningkatan Nilai Tambah Agro Maritim Melalui Industri Serta Pemanfaatan Akselerasi

Pariwisata. Peningkatan Ketahanan Pangan dan Energi Serta Tata Kelola Sumber Daya Air, Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan. Dan Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Serta Kesuksesan Pelaksanaan Pemilu

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved