Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pansus Ruislag Aset Berharap Koordinasi Dengan Gubernur Khofifah - Berjalan Rumit Tak Sesuai Dengan Perkiraan Awal

 
21 Februari 2019

Pansus Ruislag Aset Berharap Koordinasi Dengan Gubernur Khofifah

- Berjalan Rumit Tak Sesuai Dengan Perkiraan Awal

Panita Khusus (Pansus) DPRD Jatim tenang Rencana Tukar Guling (Ruislag) aset Pemprov Jatim di daerah Dukuh Kupang Surabaya (Wisma Sejahtera) dengan aset Universitas Wijaya Kusuma (UWK) di kawasan Jagir Surabaya, nampaknya prosesnya tak semudah dengan perkiraan awal.

Bahkan Ketua Pansus aset DPRD Jatim, Bambang Yuwono mengakui setelah dilakukan pendalaman pembahasan ternyata proses ruislag banyak ditemukan persoalan yang pelik sehingga mengembalikan kepada Badan Pengelola Aset Daerah (BPKAD) untuk minta petunjuk kepada Gubernur Jatim Khofifah, apakah setuju dilanjutkkan atau tidak.

"Rencana riuslag aset Pemprov ini diajukan oleh Gubernur Jatim Soekarwo. Dan sekarang gubernurnya sudah ganti Bu Khofifah, jadi kami juga perlu koordinasi dengan Gubernur Jatim yang baru karena persetujuan pemerintah daerah itu harus melibatkan Gubernur dan DPRD Jatim," ujar politisi asal Fraksi PDI Perjuangan usai rapat dengar pendapat dengan BPKAD dan sejumlah stake holder terkait, Rabu (20/2/2019).

Lebih jauh wakil ketua Komisi A DPRD Jatim ini menjelaskan bahwa aset UWK yang hendak ditukarguling dengan aset milik Pemprov ternyata memiliki persoalan internal yang cukup pelit. Sebab aset tersebut saat ini masih digunakan oleh SMP Budi Sejati. Bahkan sekolah tersebut akreditasinya A (baik), sehingga pihaknya tidak menginginkan Pemprov ikut masuk persoalan internal UWK dengan yayasan yang menaungi SMP Budi Sejati.

"Pansus berharap persoalan internal UWK diselesaikan dengan baik. Pansus juga menginginkan sekolah yang ada disitu diberi ruang untuk tetap eksis sebab akrditasi SMP Budi Sejati itu A dan yang bermasalah itu hanya dengan yayasan yang kurang memperhatikan keberadaan sekolah itu," jelas Bambang Yuwono.

Di tambahkan Bambang, Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga berusaha ikut menfasilitasi. Bahkan sudah ada sejumlah kesepakata tapi perlu dimatangkan dalam aspek teknisnya. "Itu semua bukan ranah Pansus, sehingga kita kembalikan ke eksekutif mungkin masih perlu dikomunikasikan dengan Pemkot Surabaya," jelasnya.

Sesuai rencana, aset yang ditukarguling itu akan digunakan untuk perluasan kampus UWK yang hendak memperluas  fakultas kedokteran. Sedangkan aset penggantinya akan digunakan Pemprov Jatim untuk sekolah pengampuh (inkubasi pendidikan). "Tapi detailnya kita belum tahu sebab belum menerima proposalnya. Makanya kita kembalikan ke Pemprov apakah Bu Khofifah setuju atau tidak," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Jatim, Jumadi mengatakan bahwa aset Pemprov Jatim yang hendak ditukargulingkan itu sebenarnya milik Dinas Budaya Parawisata dengan aset milik UWK yang saat ini masih digunakan oleh Yayasan yang menaungi lembaga pendidikan SMP Budi Sejati. "Jadi kami menunggu kesepakatan antara yayasan UWK dengan Yayasan Budi Sejati seperti apa, baru nanti kita bawa lagi ke Pansus DPRD Jatim," jelas Jumadi.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melaporkan proses yang sudah berjalan ke Gubernur Khofifah, mengingat usulan ruislag ini dilakukan saat gubernur sebelumnya, sehingga petunjuk Gubernur Jatim baru seperti apa juga akan kami sampaikan ke Pansus. "Tidak menutup kemungkinan Bu Khofifah juga akan hadir memberikan petunjuk ke Pansus tapi kita tunggu saja proses internal antara yayasan UWK dengan yayasan Budi Sejati," pungkasnya

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved