Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Peran Kartini Dewan Provinsi Jatim, Kawal Raperda dan Kesejahteraan Masyarakat Jatim

 
24 April 2019

Peran Kartini Dewan Provinsi Jatim, Kawal Raperda dan Kesejahteraan Masyarakat Jatim

Anggota DPRD Jawa Timur sebagian diisi politisi perempuan. Sebagai wakil rakyat, peranan politisi perempuan di Dewan Jatim cukup tangguh ikut mengawal kesejahteraan rakyat melalui fungsi regulasi.

Meski saat ini jumlah politisi perempuan belum 30 persen. Sebagaimana amanah pada Parpol untuk menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30 dalam pendirian maupun kepengurusan di tingkat pusat.

Dalam UU No. 10 Tahun 2008 mewajibkan parpol untuk menyertakan 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan tingkat pusat. Syarat tersebut harus dipenuhi parpol agar dapat ikut serta dalam Pemilu. Peraturan lainnya terkait keterwakilan perempuan tertuang dalam UU No. 10 Tahun 2008 Pasal ayat 2 yang mengatur tentang penerapan zipper system, yakni setiap 3 bakal calon Legislatif, terdapat minimal satu bacaleg perempuan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Sri Untari, menilai perlunya penguatan agar kaum perempuan sebagai generasi penerus Kartini di masa kini mendapat kesempatan yang lebih luas untuk berperan di bidang politik bangsa ini. Ia menyampaikan peran perempuan potensial untuk masuk di dalam dunia politik dan kebijakan publik. “Mereka yang memiliki kompetensi, kepedulian dan integritas,” ujar Sri Untari.

Ia meyakini, dengan peran perempuan yang lebih banyak lagi dalam dunia politik, maka akan menghasilkan produk-produk atau kebijakan yang jauh lebih baik bagi masyarakat. Meski publik negara ini mulai bisa mengakui kemampuan perempuan dalam bidang politik.

Ia menyebutkan saat ini Anggota DPRD perempuan di DPRD Jatim 18 orang. Meski masih kurang dari kebutuhan sesuai amanah undang-undang, namun politisi perempuan Indrapura dinilai tangguh.

Belasan politisi perempuan terlihat lebih konsisten menjalankan fungsi legislatornya di lembaga dewan. “Sejumlah politisi perempuan di Indrapura tersebar dalam beberapa fraksi,” tandas Untari.

Mereka (politisi perempuan, red) ini ditugaskan fraksi sebagai kepanjangan tangan partai politik di masing-masing alat kelengkapan dewan, komisi dan badan-badan. “Kami perempuan bisa melakukan penyampaian aspirasi melalui alat kelengkapan,” tandas Sri Untari.

Ia berharap dalam Pemilu 2019 ini, setiap Fraksi di DPRD Jatim jumlah Anggota Dewan perempuannya naik. “Sehingga perempuan akan lebih kuat mengawal urusan perempuan,” terang dia.

Terkait fungsi legislasi, lanjut politisi perempuan asal Kota Malang ini menegaskan di DPRD Jatim politisi perempuan Indrapura sudah tangguh. “Kami mengawal banyak kepentingan masyarakat. Secara kualitas sudah bagus. Walaupun jumlah kami hanya 18 Anggota,” terang dia.

Peran Kartini milenial, lanjut Sri Untari yang juga sekretaris DPD PDI Perjuangan ini, perempuan sudah mampu mewarnai politik kebijakan untuk kesejahteraan rakyat. “Jadi melihat jumlah mungkin kurang, namun kualitas politisi perempuan di DPRD Jatim sudah bagus. Apalagi yang masuk ke Indrapura adalah perempuan pilihan dan sudah teruji ketangguhannya,” jelas Untari.

Ke depan mewakili politisi perempuan, Sri Untari berharap kesetaraan gender jangan sampai turun. Untuk itu diperlukan pembangunan program perempuan. Ia mencontohkan perbaikan kesehatan ibu anak dan perempuan dalam pemerintahan. Semuanya diprogramkan, seperti perempuan dalam bidang ekonomi. Sektor UMKM, dan kelompok tani perempuan. Saat ini indeks pembangunan gender di Jatim nilainya 91,29%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Hal ini membuktikan bahwa perempuan sangat aktif di segala bidang, baik ekonomi, sosial, dan budaya

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved