Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Nilai Tukar Petani Perlu ditingkatkan

 
21 Maret 2013

Suara Indrapura : Minimnya nilai tukar petani (NTP) di Jatim membuat trenyuh Drs. Subianto, MM. Padahal, untuk meningkatkan pendapatan petani dan agar layak hidupnya NTP harus besar. Sementara dibanding di wilayah di Indoensia, NTP di Jatim sangat kecil sekali yaitu hanya sekitar  101 persen.

Kecilnya NTP ini tidak terlepas dari sifat mereka yang tidak mau disibukan dengan penjualan hasil panennya. Mereka memilih menjual ke tengkulak daripada harus bersusah payah menjual ke kota. "Tak heran ketika dia menjual ke tengkulak harga yang diberikan sangat minim sekali. Sementara para tengkulak yang memiliki modal tinggi dengan senang hati membeli dan menjualnya kembali dengan harga yang tinggi," tegas politisi asal Demokrat Jatim ini.

Berdasar dari inilah, pemerintah dalam hal ini Pemkab atau Pemprov Jatim harus segera memikirkan masalah tersebut khususnya pasca panen. Diantaranya menyiapkan resi gudang yang di bangun disetiap kecamatan. Dengan begitu para petani dengan mudah menjangkaunya, daripada yang terjadi saat ini dimana resi gudang adanya ditingkat kabupaten.

"Jangankan untuk menyewa gudang, untuk membayar biaya transportasi ke kota mereka kesulitan dana. Kedepan kami mencoba agar resi gudang diberlakukan ditingkatkan kecamatan saja. Dengan begitu, para petani akan mudah menjangkaunya," papar Anggota Komisi B DPRD Jatim ini.

Selain soal resi gudang, keberadaan koperasi unit desa (KUD) harus dibangkitkan lagi. Mengingat dengan keberadaan KUD, petani sangat diuntungkan. Ini karena mereka bisa menjual hasil panennya ke KUD tanpa harus ke tengkulak. "Lihat sebelum reformasi, banyak petani yang merasa diuntungkan dengan keberadaan KUD. Tapi setelah itu, petani merasa dirugikan karena harus menjual hasilnya ke tengkulak dengan harga sangat minim," paparnya.

Untuk itulah, pihaknya ingin membangkitkan Jatim sebagai swa sembada beras seperti tahun 1994. Diantaranya dengan mengoptimalkan keberadaan Puskud yang kini keberadaannya mati suri. "Secepatnya kami akan menghidupkan kembali keberadaan Puskud. Paling tidak kedepan bisa membantu para petani yang akan menjual produksinya," lanjutnya.(Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved