Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Anggota DPRD Jatim Harap Pemprov Jatim Percepat Pembangunan Instalasi Pengelolahan Limbah

 
27 Juni 2019

Anggota DPRD Jatim Harap Pemprov Jatim Percepat Pembangunan Instalasi Pengelolahan Limbah

Penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan cepat merupakan hal utama yang harus dilakukan dan mendapatkan perhatian utama bagi anggota DPRD Jatim. Atas dasar itulah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Jatim berharap agar Pemprov Jatim memasukkan penanganan limbah B3 dalam Draft RPJMD Pemprov Jatim.

 Menurut dia, Pemprov Jatim harus mempercepat pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah, agar permasalahan limbah bisa diselesaikan.

"Penanganan limbah harus kita support dan dan harus dituntaskan," kata Hadinuddin.

Dia menjelaskan, selama bertahun-tahun, Pemprov Jatim mengalami kesulitan mengolah limbah B3 di Jatim. Kondisi itu disebabkan, di beberapa wilayah, limbah B3 tidak bisa diolah secara memadai karena minimnya alat pengolahan. Disatu sisi, ketika dibuang ke luar Jatim seperti Cileungsi, biaya operasional dan transportasi yang dibutuhkan cukup besar.

"Komisi sudah dengan Pemprov Jatim khususnya Badan lingkungan hidup untuk membahas B3. Tapi nggak pernah selesai," tambahnya.

Hadinuddin berharap, dalam dua tahun kedepan, tempat pengolahan limbah bisa dibangun di Mojokerto dan Lamongan. Pansus RPJMD berharap Pemprov Jatim bisa memasukkan anggaran untuk pembangunan tempat pengolahan limbah di Jatim. Terutama di Kabupaten Mojokerto dan Lamongan.

"Butuh kerja cepat, kerja cermat. Dua duanya harus diseleikan dua tahun," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemprov Jatim akan membangun tempat pembangunan  limbah B3 di Dawarblandong, kabupaten Mojokerto. Saat ini, Pemprov Jatim sudah menyelesaikan pembebasan lahan, dan tinggal melakukan pembangunan IPAL pada tahun anggaran 2020. 

Sementara, disatu sisi, Pemprov Jatim juga akan bekerjasama dengan pihak swasta untuk membangun alat pengolahan limbah di Brondong, Lamongan

Tidak hanya peduli  dengan limbah B3 yang dikhawatirkan membahayakan bagi masyarakat, namun anggota DPRD Jatim juga peduli dengan budidaya tanam padi yang diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Komisi B DPRD Jatim berharap temuan budidaya tanam padi ratun teknologi R5 bisa mendatangkan kesejahteraan bagi petani di Jawa Timur. Mengingat budidaya padi tersebut pertama kalinya di uji coba di Jawa Timur.

“Kami apresiasi temuan tersebut dan berharap temuan tersebut bisa mendatangkan kesejahteraan petani di Jatim,”ungkap Anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto.

Dikatakan politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan berdasarkan data yang ada, budidaya tanam padi ratun ini bisa memberikan multiplier efect cukup banyak bagi para petani. Salah satunya yakni kuantitas dan kualitas yang sama dalam setiap panennya yakni rata-rata 6 sampai 7 ton tiap 1 hektar dalam satu kali panen. Selain itu, penggunaan padi ratun teknologi R5 bisa mengurangi penggunaan pupuk urea dan NPK hingga 50%

Politisi asal Trenggalek ini menambahkan budidaya tanam padi ratun teknologi R5 juga bisa mengurangi kemiskinan masyarakat pedesaan secara signifikan. Terlebih, penanaman padi jenis ini tanpa musim tanam setahun sehingga petani bisa melakukan pekerjaan yang lain.

“Tanpa musim tanam, para petani bisa melakukan kerja-kerja yang lain yang bisa menjadi sumber income mereka,” imbuhnya

Sementara itu, penemu padi ratun teknologi R5 Koos Kuntjahjo mengatakan, bahwa penemuan ini baru diujicobakan pertama kali di Provinsi Jatim. Penemuan ini lanjutnya, dilatabarbelakangi atas banyaknya impor beras yang dilakukan oleh Indonesia.

“Penelitian terkait padi ratun teknologi R5 ini telah kami mulai sejak tahun 2011, dan di Jatim penemuan ini pertama kali kita ujicobakan,” tutur lulusan Fakultas Hukum Unair ini.

Penemu lainnya, yaitu Aswin berharap, penemuan padi ratun teknologi R5 ini bisa meningkatkan kesejahteraan para buruh tani, maupun petani. “Penerapan teknologi R5 pada padi ratun bisa menjembatani peningkatkan kesejahteraan petani karena petani bisa panen hingga 5 kali,” jelasnya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved